Ratusan massa dari Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas, Sumsel, kemarin merusak kantor dan dua rumah dinas PT London Sumatera (Lonsum) di Blok Gunung Bais Estate, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Hal itu dilakukan lantaran massa tak terima salah satu warganya tewas, karena ditembak polisi usai tepergok mencuri buat kelapa sawit.Dari informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/3) sore. Massa menyerbu kantor dan melemparinya dengan batu dan kayu. Massa juga mengobrak-abrik fasilitas di dalamnya termasuk arsip.Kemudian, massa bergeser ke tempat lain. Mereka mendatangi rumah dinas manajer PT Lonsum dan asistennya. Di sana, massa merusak dan membakar perabotan di dalamnya.Aksi itu dilakukan setelah massa mengikuti pemakaman terhadap warganya yang tewas diduga ditembak polisi. Diketahui, korban bernama Fauzi alias Ulan (17), warga Dusun II, Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas.Dari keterangan polisi, Fauzi bersama dua rekannya terlibat dalam pencurian buah kelapa sawit di areal perusahaan, Jumat (25/3) dini hari. Aksi mereka diketahui petugas kepolisian dan pihak keamanan perusahaan ketika patroli.Saat ditangkap, para pelaku melakukan perlawanan. Beberapa kali petugas melepaskan tembakan peringatan supaya pelaku menyerah. Namun, mereka justru kembali menyerang.Tak ingin buruannya kabur, polisi menembak pelaku Fauzi dan mengenai dada kiri tembus ke belakang. Dia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Lalu jenazahnya diserahkan ke pihak keluarga.Kapolres Musi Rawas, AKBP Herwansyah Saidi mengatakan, tindakan anak buahnya dalam penangkapan itu terpaksa, karena aksi pelaku membahayakan keselamatan anggota. Kasus pencurian itu sudah lama diselidiki petugas karena maraknya aksi pencurian di perusahaan itu."Saat kejadian pelaku menyerang anggota, dilepaskan tembakan peringatan tapi tetap menyerang," kata Herwansyah saat dihubungi merdeka.com, Minggu (27/3).Sementara terkait aksi perusakan dan pembakaran fasilitas PT Lonsum, polisi menetapkan beberapa orang menjadi tersangka. Saat ini para tersangka masih diburu petugas."Ada 22 orang saksi, beberapa orang tersangka. Secepatnya kita upayakan penangkapan paksa," tutup Herwansyah.
Ini kronologi terduga pencuri sawit ditembak polisi picu kerusuhan
Polisi beralasan tindakan tersangka membahayakan, maka dari itu terpaksa ditembak.
Rekomendasi