Ini Gejala dan Tindakan Orang Tua jika Anak Alami KIPI usai Vaksinasi

Wiku mengimbau para orang tua membawa anaknya ke puskesmas untuk melaporkan temuan KIPI

Muhammad Genantan Saputra
Ini Gejala dan Tindakan Orang Tua jika Anak Alami KIPI usai Vaksinasi
Siswa SD disuntik vaksin Covid-19 di Tangerang. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta orang tua maupun masyarakat tidak panik jika anak usia 6-11 tahun mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah divaksinasi. Wiku menjelaskan sejumlah kejadian KIPI yang biasa terjadi.

"Jika terjadi beberapa indikasi KIPI setelah vaksin Covid-19 seperti nyeri pada lengan di tempat suntikan, sakit kepala, atau nyeri otot, nyari sendi, menggigil, mual atau muntah rasa lelah, demam ditandai dengan suhu di atas 37,8 derajat celcius maupun gejala mirip flu dan menggigil selama 1 sampai 2 hari maka kami meminta masyarakat untuk tidak panik," katanya saat jumpa pers virtual, Selasa (14/12).

Selain itu, orang tua bisa melakukan upaya penanganan dini dengan membuat anak beristirahat dengan cukup dan minum obat penurun panas jika diperlukan. Serta konsumsi air putih yang cukup

"Jika terdapat rasa nyeri di tempat suntikan tetap gerakan dan gunakan lengan anak dan apabila perlu kompres bagian yang nyeri dengan dibasahi air dingin," terang Wiku.

Setelah melakukan itu, Wiku mengimbau para orang tua membawa anaknya ke puskesmas untuk melaporkan temuan KIPI. Selain itu, bisa dibawa ke sentra vaksinasi.

"Setelah melalukan penanganan dini orang tua agar melaporkan temuan KIPI yang dialami anak ke puskesmas atau ke titik sentra vaksinasi sebagai input pelaksanaan vaksinasi kedepannya serta penanganan lebih lanjut," pungkasnya.

RI Butuh 68,6 Juta Dosis Vaksin

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kebutuhan vaksin anak untuk tahun depan mencapai 68,6 juta dosis.

"Ada kebutuhan vaksin untuk tahun depan untuk anak-anak itu 68,6 juta orang," katanya saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12).

Dia menjelaskan, jumlah anak yang berumur 11 tahun masuk ke umur 12 tahun akan ada 4,4 juta orang. Sehingga kebutuhan dosisnya yaitu 9,9 juta dosis.

Sementara untuk anak 6-11 tahun populasinya mencapai 26,4 juta orang. Dengan kebutuhan dosis 58,7 juta dosis.

"Untuk tahun depan ada anak-anak umur 11 yang masuk ke umur 12, ada 4,4 juta. Sedangkan anak yang usianya 6-11 tahun yang sudah disetujui BPOM untuk EUA vaksinnya itu Sinovac itu ada sekitar 26 juta," jelasnya.

Saat ini baru Sinovac saja yang digunakan untuk anak-anak. Sebab baru Sinovac yang mendapatkan izin dari BPOM untuk vaksinasi anak. Sementara di dunia ada dua lagi vaksin yang mendapatkan izin untuk anak-anak selain Sinovac, yaitu Sinopharm dan Pfizer.

Rekomendasi