Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti mengatakan, pihaknya telah membuka call center terhadap masyarakat yang keluarganya berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang.
Diketahui, Lapas Kelas I Tangerang telah dilalap si jago merah akibat adanya korsleting listrik. Atas kejadian itu, sebanyak 41 orang meninggal dunia.
"Dalam kesempatan ini kami membuka seluas-luasnya kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi warga binaan keluarganya yang saat menjalankan pidana di Lapas Kelas I Tangerang dan juga kami sudah miliki call center," kata Rika seperti dikutip saat siaran langsung TV One, Rabu (8/9).
"Silakan untuk menghubungi keluarga yang ingin mengetahui kondisi keluarganya untuk menghubungi call center 081383557758, kami sangat terbuka 24 jam ya untuk keluarga yang ingin mengetahui kondisi keluarganya," sambungnya.
Selain itu, untuk saat ini pihaknya sedang fokus menangani warga binaan dan petugas serta melakukan pemulihan dari kondisi Lapas Kelas I Tangerang.
"Kami berkonsultasi dari penanganan pertama warga binaan dan petugas, kedua adalah pemulihan dari kondisi Lapas Kelas I Tangerang dan tidak kalah penting lagi. Kami harus menjaga kondisi Lapas Kelas I Tangerang ini tetap kondusif," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, menyebut sebanyak 41 narapidana tewas akibat peristiwa itu.
"41 Meninggal delapan luka berat," kata Fadil dikutip dari siaran live di TvOne, Rabu (8/9).
Fadil menyebut mereka yang meninggal sebagian ada saat berada di tahanannya. Korban luka sebagian sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit di lapas.
Pantauan di lokasi, sejumlah mobil ambulans bersiaga di area halaman Lapas Tangerang.