Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini anjuran IDI agar terhindar dari obat palsu yang marak di pasaran

Ini anjuran IDI agar terhindar dari obat palsu yang marak di pasaran BPOM amankan obat ilegal hasil sidak di Balaraja. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan beberapa tips untuk masyarakat awam agar dapat membedakan antara obat asli dan palsu yang beredar. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IDI, Daeng Fakih agar masyarakat awam tidak menjadi korban atas peredaran obat palsu tersebut.

"Supaya aman, salah satu caranya adalah dapatkan obat dari tempat resmi. Jadi masyarakat kalau mau dapat aman, cari tempat resmi untuk cari obat," ucap Daeng Fakih, usai diskusi 'Polemik Obat Palsu, Siapa mau' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9).

Menurutnya, tempat resmi tersebut adalah apotek yang telah memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memiliki seorang apoteker berizin untuk meracik obat.

‎"Selain itu, pakai obat atas anjuran dokter, karena pemakaian obat itu semestinya dari indikasi medis," terangnya.

Dilanjutkannya, apabila ada seseorang yang memiliki penyakit ringan seperti sakit kepala, dirinya memperbolehkan orang tersebut membeli obat yang di jual di warung-warung, tetapi jangan terlalu dibiasakan.

"Kalau pertolongan pertama untuk pusing, dengan minum obat warung oke lah tapi jangan terus menerus, karena kalau berlanjut, ada penyakit lain yang mendasari, bukan hanya sekadar sakit sederhana," lanjutnya.

Oleh karena itu, dia menyebutkan bahwa di dalam kemasan obat selalu mengingatkan apabila sakit berlanjut, hubungi dokter.

"Makanya selalu dalam iklan obat diingatkan masyarakat kalau sakit, berlanjut hubungi dokter, ya karena itu. Jadi, masyarakat terlindung dari bahaya obat, kedua, terhindar dari penyakit yang berkembang lebih buruk lagi," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP