Ratusan driver GO-JEK sambangi kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tukang ojek berbasis aplikasi itu mendatangi Balai Kota DKI Jakarta lantaran tidak mendapat tanggapan dari kantor pusat mereka, PT GO-JEK Indonesia di Kemang, Jakarta Selatan.Salah satu driver GO-JEK, Edi (31) mengatakan, mereka sebenarnya tidak ada rencana untuk mendatangi Basuki atau akrab disapa Ahok ini. Namun karena tidak ada tanggapan dari CEO GO-JEK, Nadim Makarim maka mereka minta bantuan kepada mantan Bupati Belitung Timur ini."Karena di Kemang gak dapat tanggapan. Siapa tahu Ahok ngomong ke PT GO-JEK bisa kasih tanggapan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10).Warga Bekasi yang telah dua tahun bekerja sebagai GO-JEK ini mengaku, demo ini mulai direncanakan semenjak dua hari silam. Alasan mereka melakukan aksi karena kecewa dengan sistem performa yang mulai diterapkan."Jadi masalah sistem performa, sama kalau customer cancel orderan kita performanya turun. Kalau performa turun bonus nggak turun," terangnya.Edi mengharapkan sistem ini dapat diubah karena dianggap memberatkan mereka. "Sistemnya pagi ini, orderan dibiarkan kami dipotong Rp 3.000. Kalau kita nggak ambil juga hilang Rp 3.000," tutupnya.
Ini alasan ratusan pengemudi GO-JEK sambangi kantor Ahok
Ini alasan ratusan pengemudi GO-JEK sambangi kantor Ahok. Mereka sebenarnya tidak ada rencana untuk mendatangi Basuki atau akrab disapa Ahok ini. Namun karena tidak ada tanggapan dari CEO GO-JEK, Nadim Makarim maka mereka minta bantuan kepada Ahok.
Rekomendasi