Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Persilakan Warga Berwisata Asal Jaga Jarak

"Kita sudah mulai mengimbau menjalankan normal baru dalam semua aspek, termasuk aspek pariwisata. Silakan saja ke tempat hiburan, ke tempat wisata," ungkap Yusri.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Persilakan Warga Berwisata Asal Jaga Jarak
Wisata di Palembang sepi pengunjung. ©2020 Merdeka.com/Irwanto Djasman

Sejumlah tempat wisata di Sumatera Selatan kembali dibuka seiring status beberapa daerah yang menjadi zona hijau Covid-19. Warga pun dipersilakan berwisata asal mengikuti protokol kesehatan.

Juru bicara Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan transisi menuju tatanan baru telah diberlakukan di sebagian wilayah Sumsel, seperti Pagaralam, Ogan Komering Ulu, Prabumulih, Musi Rawas, dan Lahat. Di sana mereka telah melakukan aktivitas seperti biasa namun beradaptasi dengan new normal.

"Kita sudah mulai mengimbau menjalankan normal baru dalam semua aspek, termasuk aspek pariwisata. Silakan saja ke tempat hiburan, ke tempat wisata," ungkap Yusri, Kamis (25/6).

Namun, kata dia, protokol kesehatan harus menjadi nomor satu. Penyedia layanan harus menyiapkan cuci tangan disertai sabun, penyemprotan disinfektan secara berkala, dan pengukuran suhu tubuh. Sementara pengunjung harus menjaga jarak dan menggunakan masker.

"Misal tempat penyediaan makanan harus ada tempat cuci makan. Kalau membeli makan, kami sarankam bawa pulang saja, atau jangan berdesak-desakan saat membeli makan," ujarnya.

Terkait perkembangan kasus Covid-19, Yusri menyebut terdapat 24 positif baru ini yang terdiri dari 14 di Palembang, 5 Banyuasin, 2 asal Prabumulih, 2 asal Muara Enim, dan 1 dari Ogan Ilir. Total kini telah mencapai 1.893 orang.

Sementara kasus sembuh sebanyak 20 pasien dengan rincian 18 warga Palembang, 1 asal Prabumulih, dan Muara Enim satu orang. Kasus sembuh di provinsi itu menjadi 913 pasien.

"Kasus meninggal bertambah tiga orang, masing-masing berasal dari Prabumulih, Musi Banyuasin, dan Banyuasin, totalnya 78 orang. Dibanding nasional, rata-rata kasus kematian di Sumsel masih rendah di angka empat persen, sedangkan nasional lima persen," pungkasnya.

Rekomendasi