Sebelum menjadi objek wisata, Gua Rancang Kencana di Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul dulunya menjadi tempat untuk bersemedi atau bertapa. Warga sekitar menyebut ada tiga ruangan di dalam dua.Gua dengan panjang 50 meter itu pada ruangan pertama panjangnya 20 meter diberi nama ruang aula. Ruangan kedua disebut persembahan. Dalam ruangan kedua terdapat dupa dan minyak wangi sebagai persembahan. Dan ketiga bernama ruang semedi. Ruangan ketiga inilah yang dulu dijadikan semedi oleh warga yang ingin mencari kesaktian. "Banyak sebenarnya tujuan orang melakukan semedi di gua ini. Tujuannya macam-macam. Dulu dilakukan pada malam hari selama 40 hari," kata warga Bleberan, Mashudi kepada tim dari merdeka.com dan Portrait of Indonesia, Kamis (22/1).Karena gua sudah menjadi objek wisata dan banyak pengunjung, orang yang ingin bersemedi dibatasi. Mereka hanya diperbolehkan melakukan semedi pada malam hari. "Nanti kalau tidak akan mengganggu pengunjung yang datang. Lagian kalau ada pengunjung pada siang hari, orang yang bertapa juga tak nyaman," ujarnya.Dulu gua ini masih terkesan angker dan disakralkan. Tapi sekarang sudah tak lagi. Bahkan di mulut gua sering dijadikan anak-anak warga sekitar tempat bermain bulu tangkis.Setelah menjadi objek wisata, ruangan gua yang disebut sebagai aula bahkan menjadi tempat rapat warga yang tengah melakukan outbound. Bahkan sering kali ruangan aula gua dijadikan tempat acara."Kami sediakan lampu dan listrik jika ada acara di gua ini. Karena mereka digunakan untuk rapat dan acara-acara lain," ujarnya.Untuk masuk ke dalam gua tidaklah sulit. Warga sekitar sudah memasang anak tangga agar mudah masuk ke dalam gua. "Pertama kali masuk langsung ada pohon Klempit. Pohon ini tumbuh di dalam gua," kata Mashudi.
Gua Rancang Kencana, dulu buat bertapa kini jadi tempat rapat
Dulu gua ini masih terkesan angker dan disakralkan. Tapi sekarang sudah tak lagi.
Rekomendasi