Gibran: Kita Nggak Bisa Mikir Covid Terus, Ekonomi Lebih Penting

"Kita nggak bisalah mikir Covid Covid terus. Kita harus mulai melakukan, memberanikan diri untuk melakukan percepatan ekonomi," ujar Gibran seusai Rakor Satgas Covid-19 di Manganti Praja, Balai Kota Solo, Senin (6/9).

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Gibran: Kita Nggak Bisa Mikir Covid Terus, Ekonomi Lebih Penting
Luhut Puji Aksi Gibran di Solo, Kepala Daerah Lain Diminta Genjot Vaksinasi. ©2021 Merdeka.com

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, sudah saatnya memikirkan urusan ekonomi, setelah kondisi Covid-19 membaik. Ia berjanji untuk segera menggenjot sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan lainnya agar pemulihan ekonomi segera terwujud.

"Kita nggak bisalah mikir Covid Covid terus. Kita harus mulai melakukan, memberanikan diri untuk melakukan percepatan ekonomi," ujar Gibran seusai Rakor Satgas Covid-19 di Manganti Praja, Balai Kota Solo, Senin (6/9).

Sektor perekonomian seperti UMKM, pusat perbelanjaan dan perhotelan akan terus digenjot. Untuk itu, pihaknya juga melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lainnya dalam rapat dengan agenda evaluasi PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) tersebut.

"Semuanya harus selaras. Ngurusi Covid terus, harus ngurusi ekonomi to. Lebih penting lho urusan ekonomi," kata putra sulung Presiden Jokowi ini.

Terkait evaluasi PPKM, Gibran mengaku saat ini Kota Solo masih berada di level 3. Ia berharap Solo bisa segera naik ke level 2. Sehingga akan ada pelonggaran pelonggaran lainnya.

"Kalau pelonggaran ya itu PTM itu. Nanti sekolah sekolah yang kita izinkan untuk PTM akan kami tambah," katanya.

Gibran menambahkan, akan segera berkoordinasi dengan pengurus PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ) terkait penambahan pelonggaran. Namun, lanjut dia, untuk kapasitas Wedding maupun meeting di hotel saat ini memang masih sangat dibatasi.

“Tadi sudah sedikit kami longgarkan, tapi ya masih terbatas. Meeting, wedding masih terbatas. Coba nanti tak telepon ketua PHRI,” pungkas dia.

Rekomendasi