Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengakui temuan 13 kasus gagal ginjal akut di daerahnya. Dari temuan 13 kasus ini, lima orang meninggal dunia. Dua orang dinyatakan sembuh dan enam orang lainnya masih dirawat di RS.
"Usia penderita tujuh bulan hingga 13 tahun. Gejalanya hampir sama, demam, muntah-muntah, diare, mengeluh susah pipis dan pipis keruh," kata Pembajun dalam keterangannya, Selasa (18/10).
Pembajun menuturkan, apabila orangtua menemukan anaknya dalam kondisi tersebut, dirinya meminta untuk segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
"Ginjal ada hubungannya dengan urin. Kalau berkurang biasanya pipis-pipis, terus enggak pipis, terus pipisnya keruh, tapi kemudian batuk, mual dan diare bisa jadi parameter. Segera bawa ke fasyankes," imbau Pembajun.
Advertisement
Pembajun juga meminta ke fasyankes untuk tanggap dengan gejala pasien seperti yang disampaikannya. Apabila menemukan kasus tersebut, Pembajun meminta agar fasyankes segera melakukan uji laboratorium pada urin pasien anak.
"Imbauan ke fasyankes, kalau menemukan pasien dengan gejala tersebut segera lakukan uji laboratorium pada urin pasien. Nanti di lab sudah ada panduannya," pinta Pembajun.
Pembajun menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan penyebab sakit gagal ginjal akut pada anak ini. Karena dari rekam medis diketahui 13 anak tersebut belum pernah mengalami penyakit ginjal kronik.
"Itu (penyebabnya) sedang diteliti para pakar. Terutama dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Kemenkes dan pakar lainnya," tutur Pembajun.