Firasat Amsur Sebelum Anaknya Meninggal saat Longsor Desa Sirnaresmi
Merdeka.com - Kakek Amsur (80) tampak merenung. Pria tua tersebut ditinggal anak perempuannya bernama Atsih yang tertimbun tanah Longsor di Desa Sirnaresmi, Sukabumi. Amsur pun mengaku punya firasat sebelum terjadinya longsor. Dia menceritakan pelan sambil mengisap rokok kretek yang membuatnya tenang.
"Jadi badan itu pada lemes, jadi enggak mau kemana mana, enggak mau aktivitas," ucap Amsur terbata-bata.
Firasat itu terasa dalam diri Amsur sejak hari Sabtu sampai Minggu. Dua hari itu, dia puasa cari upah. "Jadi mau aktivitas apapun segen hawanya gak mau, biasanya kan kalau habis subuh berangkat (bertani) rajin," kata dia.
Suami Atsih sendiri sudah meninggal sejak lama. Rumah Amsur dan Atsih pun beda wilayah. Amsur mengatakan, pada Senin pagi, mendiang Atsih mengajaknya kerumah untuk berkumpul bersama dua cucu laki-laki sang buah hati Amsur.

pencarian korban longsor Sukabumi ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki
Namun Amsur menolak datang. Rasanya terasa berat beranjak dari rumah. Ada yang mengganjal pikirannya datang menghampiri Atsih. Benar saja, sore harinya Desa Sirnaresmi sudah luluh lantak dihantam tanah.
"Sorenya kejadian," ucap dia.
Amsur mendengar kabar longsor dari alat pengeras suara kampung Cimapag. Dirinya bergegas ke Desa Sirnaresmi. Mencari jasad Atsih hingga pukul 22.00 WIB malam. Sayang, putrinya sudah tiada. Kini Amsur tinggal bersama dua cucu yang masih bocah. Hengki dan adiknya yang selamat dari amukan tanah tersebut.
"Sama putranya dua-duanya selamat," tutup Amsur. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya