Hasil ijtima ulama GNPF beberapa waktu lalu merekomendasikan Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai cawapres Prabowo Subianto. Namun UAS menolak masuk ke dunia politik dan ingin tetap sebagai pendakwah.
Sejumlah pihak pun menyayangkan keputusan UAS tersebut. Termasuk Eggi Sudjana. Padahal, kata Eggi, jika UAS bersedia menjadi cawapres Prabowo, ia tak hanya bisa menjadi pemimpin tetapi bisa juga mengajari Prabowo ilmu agama.
Dengan penolakan menjadi cawapres, UAS dinilai Eggi sebagai orang yang mengingkari (kufur) nikmat. Keinginan untuk tetap berdakwah menurutnya bagus tetapi tak akan efektif. Dakwahnya akan lebih efektif jika menjadi cawapres.
"Untuk UAS saya ingatkan kufur nikmat kalau menolak. Dia ingin dakwah saja, bagus. Bagaimana yang efektif, dia tetap berdakwah dia dipersekusi. Kalau wapres siapa yang mau persekusi dia? Dahsyat. Bisa ajarin Prabowo agamanya lebih bagus, kok milih jadi suluh. Ini bagaimana cara pemikirannya. Cara menolaknya bagus. Tetapi menolak dalam dimensi suasana jihad dia kufur nikmat," kata Eggi saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Ijtima Ulama; Politik Agama atau Politisasi Agama? yang diselenggarakan Lembaga Penelitian Pengembangan Agama dan Sosial (LePPAS) di D'Hotel, Guntur, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).
Prabowo menurutnya tak masuk kriteria calon pemimpin hasil ijtima ulama. Namun dari segi nasionalisme, Prabowo dinilai telah teruji karena itulah yang paling ideal harus didampingi ulama.
"Walaupun menurut kriteria ijtima ulama enggak masuk, dari segi substansi dia memimpin dari pihak nasionalisme sudah teruji. Supaya sekularisme enggak menguat perlu didampingi ulama dan itu inti dari ijtima ulama," jelasnya.
Dipilihnya UAS oleh ijtima ulama karena dinilai dapat menjaring pemilih milenial. Mengingat pengikutnya di media sosial mencapai ratusan juta.
"Itu pertimbangan untuk mengalahkan incumbent yang telah didukung 10 partai sekarang," jelasnya.
Selain itu, dia mengklaim jika UAS menjadi cawapres ada masyarakat yang mau menyumbang Rp 100 ribu per hari sampai Pilpres mendatang. Bahkan ada yang langsung ingin menyumbang tunai Rp 300 juta.
Eggi juga menyebut UAS layak mendampingi Prabowo karena piawai dalam berpidato. "Kalau debat Capres Cawapres dia piawai karena sering nyeramahin orang," ujarnya.
Kelebihan lainnya menurut Eggi, UAS seorang ahli hadist dan hafal Alquran. "Dia punya kemampuan luar biasa dan kita ingin dipimpin dengan orang seperti ini. Jadi Indonesia dibawa ke jalan yang benar," tuturnya.