Dumai Diselimuti Asap, BPBD Bagikan Masker ke Masyarakat

Kebakaran hutan dan lahan di Riau belum juga padam hingga saat ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau mencatat, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 857,71 hektare. Bahkan, BPBD Dumai membagikan masker lantaran daerah tersebut diselimuti kabut asap.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Dumai Diselimuti Asap, BPBD Bagikan Masker ke Masyarakat
Ilustrasi Kabut Asap. ©2015 Merdeka.com

Kebakaran hutan dan lahan di Riau belum juga padam hingga saat ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau mencatat, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 857,71 hektare. Bahkan, BPBD Dumai membagikan masker lantaran daerah tersebut diselimuti kabut asap.

"Iya teman-teman di BPBD Dumai membagikan masker ke masyarakat. Ada sedikit kabut asap di sana," ujar Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada merdeka.com, Kamis (21/2).

Kabut asap di Kota Dumai mulai mengkhawatirkan warga setempat. Itu diakibatkan dari kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis yang belum padam hingga saat ini. Sementara di Kota Dumai kebakaran sudah berangsur dipadamkan tim gabungan.

"Asapnya kiriman dari kebakaran lahan di Rupat, karena berbatasan dengan Dumai.‎ Tapi asap tidak begitu pekat," ucap Edwar.

Edwar menyebutkan, hingga saat ini situasi di Dumai masih kondusif. Belum ada kebijakan untuk meliburkan anak-anak sekolah, karena kualitas udara masih kategori sedang.

Pada Selasa (19/2) lalu, Pemprov Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga Oktober 2019. Karena lahan terbakar di sejumlah daerah Riau sudah 800an hektare.

"Hingga kini, luas lahan terbakar sekitar 857,71 ha. Paling banyak di Bengkalis, yakni 639 ha sebagian sudah padam," kata Edwar.

Sementara daerah lain juga terjadi kebakaran lahan, namun api sudah berangsur padam. Seperti di Rokan Hilir 117 ha, Dumai 46,5 ha, Kepulauan Meranti 20,2 ha, Pekanbaru, 16 ha, Kampar 14 ha, serta Siak 5 ha.

‎Edwar menjelaskan, kondisi kebakaran hutan di Rupat sedang dilakukan pemadaman susulan. Meski hutan terbakar itu jauh dari sumber air dan membuat petugas keawalahan melakukan pemadaman.

"Kebakaran di Bengkalis semakin meluas dan api sulit dipadamkan karena kurangnya alat pemadaman serta air yang sulit didapatkan di lokasi," katanya.

Pendinginan dilakukan agar api tidak membara lagi dan tidak merembet ke lokasi lain. Petugas memastikan agar api betul-betul padam hingga di dalam tanah.

Satgas Udara dari Prajurit TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin‎ Pekanbaru membantu upaya pemadaman dengan helikopter milik KLHK. Perkuatan bantuan didukung perusahaan Sinarmas dengan 2 heli jenis Superpuma S332L1 (N5893Y) dan Superpuma AS332C (PK-DA).

"Heli Superpuma S332L1 sudah melakukan 1 sortie sebanyak 18 kali water bombing, dengan total air sebanyak 72.000 liter. Sedangkan heli Superpuma AS332C sudah 41 kali water bombing dengan total 164.000 liter air," jelas Edwar.

Sementara polisi menangkap pelaku kebakaran hutan dengan menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Satu tersangka di Kabupaten Kepulauan Meranti, dan satu lainnya di Pelalawan dan sudah diseragkan ke jaksa saat proses tahap II.

"Yang terbaru ada satu pelaku kebakaran lahan di Bengkalis, sudah diamankan ke tahanan kepolisian," kata Edwar.

Rekomendasi