Beberapa waktu lalu, Desa Mentulik, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dihebohkan dengan aksi seorang pemuda bermain dengan dua King Kobra liar. Ice Habibi (22), pamer nyali di hadapan masyarakat sekitar dengan memeluk dan bercengkrama bersama kedua hewan berbisa itu.Aksi Ice Habibi itu rupanya menarik Komunitas Rajawali Reptil Community (Retic) sebuah kelompok anak muda pecinta ular. Mereka penasaran, kemudian menyambangi kediaman Ice untuk melihat lebih dekat dua King Kobra yang biasanya paling ditakuti manusia dari ular biasa itu."Kami bersilaturahmi ke rumah abang itu (Ice), untuk melihat dua King Kobra. Karena kami sangat tertarik dengan ular. Kemudian kami minta izin memegangnya, penasaran saja," kata Tohar, anggota Retic saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (6/4) malam.
King Kobra di Kampar ©2017 Merdeka.com/abdullah sani
Selanjutnya, anggota Retic lainnya, Ammar mengambil seekor King Kobra itu dari dalam kandang yang berdempetan dengan dinding rumah Ice. Ketika dilihat dan diperiksa, ternyata gigi ular yang biasanya digunakan untuk mencari mangsa dan makanan itu sudah dicopot."Kami tanya, apakah taring ular yang biasanya digunakan untuk memangsa itu dicopot. Abang itu (Ice) menjawab iya, dan kami pun diam. Kemudian King Kobra satu lagi kami periksa, dan juga tidak memiliki taring lagi," kata Tohar.Akibatnya, kedua King Kobra tersebut tampak lemas dan lesu serta kurang semangat. Sebab, King Kobra merupakan tipe ular yang menyerang jika diganggu dan nyawa terancam. Berbeda dengan kedua King Kobra peliharaan Ice, tidak menggigit atau menyerang orang yang memegangnya."Saya dan teman-teman yang lain mencoba untuk memegang kedua King Kobra itu. Dan kami tidak diserang, biasanya ular itu sangat berbahaya, butuh tehnik khusus untuk menangkap dan menenangkannya," ungkap Tohar.Tohar dan anggota Retic yang lain tidak dapat berbuat banyak. Masyarakat sekitaran rumah Ice yang melihat mereka memegangi ular itu pun tampak kaget. Sebab, selama ini hanya Ice yang berani bermain dengan King Kobra itu.Akhirnya, para anggota komunitas Reptic itu pamitan dengan Ice dengan cara yang sopan. Karena, kata Tohar, niat mereka bukan untuk mengungkap keahlian seseorang ataupun mengganggu aktivitas orang lain."Kami hanya bertanya terkait dicabutnya taring ular itu, dan kami tidak mempertanyakan alasannya. Lalu kami pulang ke Pekanbaru dan kami sudah mengetahui tentang kedua King Kobra itu," kata Tohar.