Dijambret usai beli nasi, istri polisi ngamuk di Polresta Palembang

"Ya Allah Tembaklah penjahat itu, suami saya lagi stroke," kata Rina.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Dijambret usai beli nasi, istri polisi ngamuk di Polresta Palembang
Ilustrasi Penjambretan. ©2014 Merdeka.com

Polisi dan warga di SKPT Polresta Palembang dibuat heboh dengan ulah istri polisi yang mengamuk kepada petugas. Wanita bernama Rina Eka Patri (45) itu baru saja menjadi korban penjambretan dan kehilangan sejumlah barang berharga miliknya.Rina beberapa kali berteriak histeris sehingga membuat suasana gaduh. Kondisi Rina lemah lantaran syok dan sesak nafas. Korban yang didampingi anaknya, Putri Wulandari (15), akhirnya dibawa ke klinik untuk dirawat."Jangan ambil foto, saya baru dijambret. Kasihani kami," ungkap Rina kepada wartawan, Senin (25/5).Begitu sadar, korban diarahkan ke SPKT Polresta Palembang untuk membuat pengaduan. Kepada petugas, korban mengaku dijambret saat membeli nasi bungkus bersama anaknya usai menghadiri acara pelepasan siswa SMP di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bagus Kuning, Palembang, Senin (25/5) siang. Pelaku berjumlah dua orang.Pelaku yang menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion, segera menyasar tas Rina. Akibatnya, warga yang tinggal di asrama polisi Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, itu kehilangan barang berharga seperti satu unit kamera, satu handphone, dompet berisi uang Rp 2 juta, KTP, kartu BPJS, dan kartu anggota polisi milik suaminya."Pelakunya dua orang bawa motor Vixion. Tas kami dijambretnya, untung kami tadi tidak jatuh waktu ditarik," ujar Rina.Kekesalan korban bertambah karena mengingat suaminya, Aiptu Solehan yang bertugas di Polsek Seberang Ulu I Palembang, sedang mengalami stroke yang kini menjalani perawatan di Muara Enim."Ya Allah! Tembaklah penjahat itu. Suami saya lagi stroke. Ini malah aku dijambret. Banyak sekali cobaan kami hadapi," kata Rina dengan nada kesal.Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengungkapkan, pihaknya akan menyelidiki kasus ini dan menangkap pelaku. Dia juga berpesan kepada pengendara atau warga agar tidak meletakkan barang bawaan di tempat yang mudah dijambret."Sebaiknya kejahatan di jalanan bisa kita cegah dengan cara kita menyimpan barang. Tas di motor itu sangat mudah dijambret," pungkasnya.

Rekomendasi