Digendam, emas dan uang Rp 25 juta milik Koesnijah ditukar batu

Awal mula perkenalan keduanya saat korban periksa gigi di rumah sakit. Pelaku lantas meminta nomor HP korban.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Digendam, emas dan uang Rp 25 juta milik Koesnijah ditukar batu
Nenek Koesnijah. ©2016 merdeka.com/parwito

Koesnijah, nenek berusia 81 tahun warga Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah menjadi korban tindak kejahatan penggendaman.Akibat kejadian tersebut, nenek Koesnijah kehilangan uang Rp 25 juta dan berbagai jenis perhiasan emas seberat 25 gram.Nenek Koesnijah saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang menceritakan, kejadian penggendaman yang menimpa dirinya terjadi di sebuah restoran di Lantai 3, Java Mall, Kota Semarang, Jumat (12) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB."Pelakunya seorang perempuan yang baru saya kenal. Perempuan itu mengaku bernama Emy dan tinggal di daerah Banyumanik Semarang," ungkapnya saat melapor, Sabtu (13/8).Perkenalan korban dengan pelaku berawal saat korban memeriksakan gigi di RSUP dr Kariadi, Kamis (11/8). Saat itu pelaku mendekati korban dan berdalih bisa menyembukan penyakit yang diderita. Sebab, dikatakannya, salah seorang rekan pelaku juga mengalami penyakit yang sama."Ketemuannya waktu saya periksa gigi, tukaran nomor telepon. Karena penasaran dan ingin sembuh saya telepon, terus diajak ketemuan di restoran di Java Mall. Lalu saya diarahkan di lantai 3. Saat ditelepon saya begitu saja menuruti. Uang dan perhiasan disuruh bawa. Katanya bisa digandakan," ceritanya.Saat sampai di restoran, ternyata sudah ada rekan pelaku yang mengaku bernama Umi Fatimah. Korban lantas diminta untuk mengeluarkan uang dan perhiasan. Tanpa disadari, barang berharga korban sudah berpindah tangan ke pelaku. Pelaku kemudian menggantinya dengan sebuah bungkusan. Namun korban diminta untuk membukanya ketika sampai di rumah."Saya diberi bungkusan plastik hitam warnanya. Saya diminta membuka plastik itu kalau sudah sampai rumah. Setelah saya buka di rumah isi bungkusan plastik itu ternyata isinya batu yang dibungkus oleh tisu," akunya.Usai kejadian dan merasa menjadi korban penipuan, nenek Koesnijah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang.Saat ini, kasus penggendaman ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Jawa Tengah.

Rekomendasi