Sumbangan untuk korban bencana banjir di Kabupaten Subang, khususnya di Jalur Pantura, Jawa Barat, terus berdatangan. Mulai dari kebutuhan sandang dan pangan dikirim oleh para dermawan dari berbagai daerah. Namun ironisnya, tak sedikit dermawan tersebut yang mengirimkan kebutuhan pangan tak layak."Ini mah imbauan saja untuk para dermawan yang mau kasih sumbangan untuk tidak mengirimkan pakaian tidak layak, masa mau kasih korban bencana baju bolong-bolong bahkan ada bercak kotoran," kata Koordinator Relawan BPBD Provinsi Jawa Barat, Adhitiyo, kepada merdeka.com, di lokasi pengungsian, Rabu (22/1).Akibatnya sumbangan tersebut tidak terpakai dan dibuang. "Iya ini malah jadi sampah saja, tidak mungkin juga dipakai," ujarnya.
Topik pilihan: Banjir Jakarta | Banjir ManadoKalaupun mau kasih sumbangan, menurut dia, meski tidak baru yang penting layak. Karena pengungsi di sini juga membutuhkan barang yang bisa nyaman digunakan.Di Kecamatan Pamanukan, ada sekitar 800 pengungsi meski pada Rabu (22/1) separuhnya sudah kembali ke kediamannya. Kebutuhan makanan dipastikan aman hingga dua hari ke depan."Yang dibutuhkan pengungsi saat ini adalah pampers bayi, pembalut dan makanan bayi," ujarnya.