Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Derita bertubi-tubi anak PRT di Yogya jadi pelampiasan emosi majikan

Derita bertubi-tubi anak PRT di Yogya jadi pelampiasan emosi majikan Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib nahas menimpa Sartini (36) dan putranya berinisial JM (1,5). Dia menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan AC, sang majikan. Sejak Februari hingga September 2016, keduanya disekap di rumah AC yang berada di Jalan Parangtritis, Jetis, Bantul. Selama kurun waktu itu juga, Sartini dan JM menjadi korban tindak kekerasan majikan.

Sang majikan diketahui sering berpindah tempat, mulai dari Klaten, Sukoharjo dan terakhir di Bantul. AC selama ini membuka usaha toko alat-alat persawahan. Diduga lantaran usahanya kolaps, membuat kondisi AC labil.

"Awalnya baik. Sehingga saya mau saja diajak ikut pindah-pindah. Ya setelah usahanya turun itu, berubah. Seingat saya sejak Bulan Februari 2016 mulai sering bentak-bentak dan ringan tangan, saya tidak boleh keluar," ujar Sartini saat ditemui merdeka.com di PPA Polda DIY kemarin.

Sartini mengaku JM berulang kali dianiaya, mulai dari ditempeli besi panas, dimasukkan ke dalam kulkas selama satu jam, bahkan dimasukkan ke dalam mesin cuci lantaran menangis. Akibatnya, JM saat ini mengalami trauma ketika mendengar suara mesin cuci.

"Kata majikan saya, anak saya sampai nangis-nangis. Saya tidak berani menolong karena diancam," kenang Sartini.

Tidak hanya menyiksa dengan tangan kosong, AC juga melakukan penyiksaan dengan berbagai alat. Gigi JM pernah dipatahkan menggunakan tang.

Sartini menambahkan bahwa pernah suatu kali majikannya mengamuk. JM kemudian disiram dengan kopi panas di bagian kemaluan. Bahkan, dua jari kaki kanan diikat dengan karet gelang selama satu malam hingga tulangnya bergeser. JM juga pernah dipaksa makan sambal pedas. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP