Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo Tuntut Pemilu Ulang di Sumsel Ricuh, 8 Polisi Terluka Terkena Lemparan Batu

Demo Tuntut Pemilu Ulang di Sumsel Ricuh, 8 Polisi Terluka Terkena Lemparan Batu Demo Tuntut PSU di PALI Berujung Ricuh. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Delapan polisi terluka terkena lemparan batu massa yang berunjuk rasa menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Bawaslu Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Jumat (3/5). Puluhan warga diamankan petugas untuk diperiksa.

Kericuhan berawal saat ratusan warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tanah Abang Bersatu berunjuk rasa di KPU PALI menuntut PSU karena diduga ditemukan banyak pelanggaran. Lantaran instansi itu tak berwenang menerima laporan pelanggaran, massa diarahkan ke Bawaslu PALI di Jalan Merdeka, Kecamatan Talang Ubi.

Di depan Bawaslu PALI, massa menggelar orasi. Saat orasi itulah suasana menjadi panas. Aksi saling dorong antara polisi dan massa tak terhindarkan. Kericuhan pun terjadi.

Massa melempari batu. Alhasil, polisi yang berusaha mengamankan situasi justru terkena lemparan batu. Delapan anggota mengalami luka-luka di kepala. Dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit cukup serius.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan insiden itu. Menurut dia, situasi sempat memanas dan langsung terjadi kerusuhan.

"Benar, ada kerusuhan saat unjuk rasa di kantor Bawaslu PALI. Delapan anggota polisi terluka karena terkena lemparan batu," ungkap Supriadi, Jumat (3/5).

Dikatakannya, situasi saat ini sudah kondusif. Hanya saja, pihaknya harus mengamankan 25 peserta aksi untuk diperiksa terkait kejadian itu.

"Ada 25 orang yang kita bawa ke Mapolres Muara Enim, sekarang masih diperiksa," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP