Demo di Cilincing memanas, tenda didirikan di tengah jalan

Pemilik SPBU yang ada di sekitar lokasi demo juga mengaku rugi hingga ratusan juta karena tidak beroperasi.

Pramirvan Datu Aprillatu
Demo di Cilincing memanas, tenda didirikan di tengah jalan
Warga Cilincing blokir jalan. ©2012 Merdeka.com

Hingga siang ini, ratusan warga Cilincing, Jakarta Utara masih menutup jalan akses Tanjung Priok-Cakung. Meski matahari cukup terik, ternyata tak menyurutkan semangat warga berdemo. Bahkan kini warga Kampung Sawah itu mendirikan tenda sepanjang 10x4 meter di tengah Jalan. Demo ini juga dikeluhkan pengusaha SPBU bernomor 34-14105 yang terletak di Jalan Cakung Cilincing. Menurut Supervisor SPBU Cakung Cilincing, Sutarto (39), kerugian yang dideritanya hingga pukul 12.00 WIB mencapai ratusan juta."Jam 7 pagi, stok bensin masih. Kerugian kita sampai pukul 12 bisa Rp 100 juta. Bahkan dua kontainer sampai ketahan dari pagi," kata Sutarto pada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (28/11).Dia berharap aksi warga segera selesai dan SPBU bisa beroperasi kembali. "Mau bagaimana lagi, kecewa sudah pasti, kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi, operasi penjualan pun udah engga bisa. Harapan saya bisa ada solusinya hingga pom bensin bisa dibuka kembali," keluhnya.Ditemui di tempat yang sama, Eky, sopir kontainer Eky (42) berpelat B 9018 JU yang tertahan sejak pagi tadi hanya bisa berpasrah diri. Akhirnya dia memanfaatkan waktunya untuk tidur pulas di dalam kontainernya."Pukul 07.30 WIB pagi tadi baru bongkar muat udang, di Muara Baru, Tanjung Priok. Dari kantor udah tahu kita ketahan di sini. Saya tidur ajalah sambil tungguin demonya," imbuhnya.

Rekomendasi