Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan memperbaiki kualitas bandara untuk penerbangan perintis. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.Ada 12 bandara perintis yang kualitasnya akan diperbaiki. Perbaikan yang akan dilakukan terkait sistem AFIS (Aerodrome Flight Information Services) ke ADC (Area Aerodrome Control). Dengan peningkatan kualitas yang dilakukan, nantinya sistem informasi penerbangan perintis tidak lagi melalui sistem radio."Kami saat ini tengah meningkatkan keselamatan navigasi dengan mengubah sistem AFIS ke ADC di 12 bandara di antaranya Bandara Labuan Bajo, Bandara Sumenep dan Bandara Oksibil. Selain itu juga kami meminta kepada BMKG untuk terus memberikan pelayanan informasi tentang cuaca," ujar Dirjen Hubud Kemenhub, Suprasetyo, di Gedung Basarnas, jana angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).Untuk pengerjaan menara ADC, waktu yang dihabiskan diperkirakan mencapai satu tahun. Selain memasang sistem ADC, sistem keamanan dan pelayanan di bandara perintis juga akan diperbaiki."Tower ADC mungkin butuh waktu satu tahun tapi hal-hal lain bisa dikerjakan dalam waktu enam bulan. paling tidak mengenai prosedur penerbangan seperti GPS," paparnya.Selain itu, infrastruktur di sejumlah bandara perintis juga menjadi agenda pemerintah. Dirinya mengatakan ada beberapa kriteria bandara yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan kualitasnya."Bandara yang berada terdepan, terisolir dan rawan bencana itu yang jadi prioritas kami. Kalau perlu diperpanjang runway-nya jika memang ada lahannya," tegasnya.Ditambahkannya, sebenarnya dalam penerbangan instrumen maupun visual sama-sama aman jika dilakukan sesuai prosedur dan memperhatikan kondisi cuaca.
Demi keselamatan, sistem informasi di 12 bandara perintis diperbaiki
Infrastruktur di sejumlah bandara perintis juga menjadi agenda pemerintah.
Rekomendasi