Jumlah korban meninggal akibat gempa berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) terus bertambah. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membeberkan data terbaru. Jumlah korban jiwa mencapai 131 orang.
"Data yang kami himpun sementara ini sebanyak 131 orang meninggal dunia. Jumlah ini akan terus bertambah," kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (8/8).
Jumlah korban meninggal diprediksi terus bertambah karena masih adanya laporan dari masyarakat soal korban yang tertimbun reruntuhan bangunan. Ratusan korban yang meninggal tersebar di berbagai wilayah.
"Rinciannya, 78 di Kabupaten Lombok Utara, 24 di Kabupaten Lombok Barat, 19 di Kabupaten Lombok Timur, 6 di Kota Mataram, 2 di Kabupaten Lombok Tengah, dan 2 di Denpasar," sebutnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.477 orang mengalami luka berat dan harus mendapat rawat inap. Sementara itu, sebanyak 156.003 orang masih mengungsi.
"Dari catatan kita juga sebanyak 42.239 unit rumah dan 458 bangunan sekolah mengalami kerusakan," ujarnya.
Sampai saat ini, BNPB bersama beberapa pihak terkait masih terus melakukan pencarian terhadap korban gempa dan juga melakukan pendataan terhadap beberapa rumah yang mengalami kerusakan.
"Ini kita lakukan karena terkait dengan bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah Indonesia," ucapnya.