Dana terbatas, Polres Sukoharjo bikin perahu evakuasi dari rongsokan

Perahu ini rencananya akan digunakan untuk melengkapi 2 perahu karet yang sudah ada.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Dana terbatas, Polres Sukoharjo bikin perahu evakuasi dari rongsokan
perahu evakuasi dari barang bekas. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Bencana banjir yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo akibat luapan Sungai Bengawan Solo, membuat berbagai pihak ikut berempati. Berbagai langkah antisipasi agar tak terdapat korban pun dilakukan, salah satunya oleh polisi.

Polres Sukoharjo misalnya, membuat perahu dari barang bekas untuk membantu evakuasi korban banjir. Perahu ini rencananya akan digunakan untuk melengkapi 2 perahu karet yang sudah ada.Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mengatakan, selama ini pihaknya sering ikut membantu dalam evakuasi korban banjir. Namun hanya memiliki dua perahu karet. Jumlah tersebut dirasa masih sangat kurang."Kami membuat perahu ini mengajak masyarakat, dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang masih bisa digunakan Modalnya hanya Rp 2,4 juta. Kalau perahu karet harganya bisa mencapai Rp 15 juta. Untuk proses evakuasi, kegunaannya sepadan," ujar Andy, Rabu (25/3).Menurut Andy, pembuatan perahu dari barang bekas ini membutuhkan waktu tidak lebih dari 2 minggu. Para anggota dari satuan lalu lintas juga melibatkan warga merangkai barang bekas seperti tangkai bekas minyak, ban bekas dan barang lainnya menjadi sebuah perahu serbaguna. Perahu dengan panjang sekitar 2 meter ini mampu menampung 10 orang dan diprediksi mampu bertahan hingga 4 tahun ke depan."Kami juga mempunyai tim khusus siaga banjir yang beranggotakan 30 orang. Mereka sudah dilatih khusus dalam penanggulangan dan proses proses evakuasi. Untuk musim penghujan yang masih tinggi ini, kami juga menyiagakan peralatan pendukung evakuasi korban banjir," katanya.Kasatlantas AKP Maryadi menambahkan, pihaknya juga menyiagakan 3 tenda dan 5 truk serta sejumlah armada untuk proses evakuasi jika terjadi banjir. Dengan kendaraan itu, paling tidak bisa memantau warga dalam memindahkan barang-barangnya."Kami perkirakan musim hujan masih cukup tinggi. Dengan langkah ini, kami ikut membantu menyinergikan bersama dinas lain," pungkasnya.

Rekomendasi