Entah siapa yang menyebar, transkrip pembicaraan yang diduga dilakukan Setya Novanto beredar luas di kalangan wartawan. Dalam transkrip yang beredar, ada tiga orang yang sedang berbincang mengenai perpanjangan kontrak PT Freeport.Dalam transkrip tersebut ada seorang berinisial Sn yang diduga adalah Setya Novanto, lalu ada Ms diduga Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. Sedangkan inisial R masih belum diketahui. Namun diduga R ini adalah seorang pengusaha.Dalam transkrip yang didapat merdeka.com, Sn, Ms dan R berbincang seputar perpanjangan kontrak Freeport. Dalam perbincangan, ketiganya juga membawa nama presiden, Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Panjaitan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493503/original/047391200_1779350949-20151117040004-1-transkrip-sn-003-isn.jpg)
Dalam transkrip tersebut, nama Presiden (Jokowi) disebut 10 kali. Sn: Presiden Jokowi itu dia sudah setuju di sana di Gresik tapi pada pada ujung-ujungnya di Papua. Waktu saya ngadep itu, saya langsung tahu ceritanya ini waktu rapat itu terjadi sama Darmo...Presiden itu ada yang mohon maaf ya, ada yang dipikirkan ke depan, ada tiga....(kurang jelas)Tapi kalau itu pengalaman-pengalaman kita, pengalaman-pengalaman presiden itu, rata-rata 99 persen gol semua.
Advertisement
Namun nama paling sering disebut dalam transkrip tersebut adalah Luhut Pandjaitan yakni sebanyak 16 kali. Sedangkan Jusuf Kala satu kali disebut dan satu kali disamarkan menjadi 'Darmawangsa'.Hingga kini siapa penyebar transkrip tersebut belum jelas. Namun yang jelas Menteri ESDM Sudirman Said sudah memastikan politisi terkenal yang dia laporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) adalah ketua DPR, Setya Novanto.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493504/original/045474800_1779350950-20151117040005-2-transkrip-sn-001-dru.jpg)
Dalam laporan yang diserahkan ke MKD, Sudirman melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke karena melakukan perbuatan tercela. Sudirman pun mengakui bahwa nama politisi yang mencatut nama Presiden adalah Setya Novanto."Di situ ada kop surat kementerian, ada paraf saya. Saya kira ini laporan saya ke MKD," ujar Sudirman Said dalam wawancara dengan Najwa Sihab di MetroTV yang dikutip merdeka.com, Senin (16/11). Dalam wawancara tersebut Najwa Shihab mengklarifikasi apa betul surat yang diserahkan ke MKD tercantum nama Setya Novanto (SN).Najwa Sihab pun mempertanyakan apa maksud perbuatan tercela. Dalam wawancara singkat itu Sudirman menyebut bahwa Setya meminta saham kepada Freeport yang saat itu sedang dalam proses perpanjangan kontrak.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493505/original/088148200_1779350950-20151117040005-3-transkrip-sn-002-isn.jpg)
"Yang membahas itu eksekutif bukan legislatif dan saya yakin Pak Presiden tidak seperti itu," imbuhnya.
Advertisement
Advertisement
Namun Setya pun membantah bahwa ada yang mencatut nama presiden. "(Pimpinan DPR) Clear. Kita tidak pernah membawa nama-nama Presiden. Kita sangat hati-hati, kita pimpinan selalu hal-hal yang menyangkut nama Presiden, kita selalu bicara bersama dan nanti baru siapapun yang menyampaikan itu sama," kata Setya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/11) kemarin.Setya mengklaim, selama ini pimpinan DPR tidak pernah menjual nama Presiden Jokowi untuk tujuan buruk. Justru, kata dia, Presiden Jokowi selalu dibawa dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat banyak saja."Yang jelas saya selaku pimpinan DPR tentu tidak pernah kita untuk membawa-bawa nama Presiden, yang istilahnya mencatut nama Presiden. Yang saya selalu lakukan pembicaraan-pembicaraan saya dengan Presiden tentu hal-hal yang benar dan hal-hal yang penting untuk kepentingan bangsa dan negara, itu untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375540/original/036698200_1792154265-tragedi-karhutla-bromo-korban-tewas-bertambah-jadi-4-orang-satu-lagi-petugas-tnb-csivteab.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375589/original/046837500_1792162667-IMG_20261016_192527.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375555/original/067354000_1792157056-1274463.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375556/original/048485500_1792157363-86a7330b-727c-4ef6-9f6a-6d81fc9e3b6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375611/original/049342200_1792170886-IMG_5132.jpg)