China Dorong RI Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19, DPR Mendukung Penuh

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan keseriusannya membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 di kawasan Asia Tenggara.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
China Dorong RI Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19, DPR Mendukung Penuh
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Tinjau Vaksinasi ASN. ©2021 Liputan6.com/Tira Santira

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan keseriusannya membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 di kawasan Asia Tenggara.

"China sudah mengirimkan vaksin Covid-19 kepada negara-negara ASEAN dan membantu Indonesia menjadi pusat vaksin yang bisa memenuhi kebutuhan negara-negara ASEAN," katanya dalam jumpa pers yang digelar di sela-sela Sidang Parlemen China di Beijing, dikutip dari Antara, Senin (8/3).

China dan ASEAN telah membangun hubungan strategis dan menjadi mitra dialog selama 30 tahun.

"Konfusius berkata, pada usia 30 tahun seseorang sudah bisa hidup mandiri. Setelah 30 tahun, China-ASEAN telah membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu, dan perlakuan setara untuk mencapai tujuan dan visi bersama menghadapi masa depan yang lebih cerah," kata Wang yang juga anggota Dewan Negara tersebut.

Dia menyebutkan pada tahun lalu, Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadiri China-ASEAN Expo dilanjutkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang menghadiri pertemuan para pemimpin China-ASEAN.

"Ini menunjukkan bahwa China sangat mementingkan kerja sama China-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN. Oleh sebab itu, kami bersedia bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik hingga 30 tahun mendatang," ujarnya.

Untuk pertama kalinya ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China pada tahun lalu sekaligus mengungguli posisi Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Kami akan mempererat kerja sama dengan ASEAN yang saling menguntungkan lagi. Pola pembangunan baru akan disesuaikan dengan Kerangka Kerja Pemulihan Ekonomi Komperehensif ASEAN agar implementasi RCEP (Kemitraan Ekonomi Komperehensif Regional) lebih efektif lagi," kata Wang.

DPR Apresiasi dan Mendukung

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memberikan apresiasi atas sikap Pemerintah China tersebut.

"Keseriusannya membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin merupakan langkah maju. Terlebih negara negara-negara ASEAN sangat membutuhkan suplai vaksin dalam jangka panjang," kata Azis.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, ruang kerja sama dalam mitra dialog yang selama ini dibangun harus pula diimpelentasi dalam bentuk nyata. Tidak sekadar wacana, setelah kondisi ekonomi bangsa digerus pandemi setahun terakhir.

”Implementasikan segera langkah ini. Bangun ruang kerja sama. Kita berharap Indonesia dapat kembali naik peringkat menjadi negara dengan pendapatan menengah ke atas atau upper middle income country pascapandemi Covid-19,” terang Azis.

Landasan membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu, merupakan tujuan utama. Perlakuan setara untuk mencapai tujuan dan visi bersama menghadapi masa depan yang lebih cerah harus dikedepankan.

”Sekali lagi, kami di DPR menyambut langkah baik ini. Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, harus segera mengambil langkah cepat, agar jalan strategis ini segera terwujud,” jelasnya.

Di sisi lain, Azis Syamsuddin melihat, adanya semangat baru dari Pemerintah China dalam upaya kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Ini dibuktikan dengan gagasan, ide yang dilontarkan Pemerintah China.

Langkah ini juga tergambar dari kehadiran Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadiri Cina-ASEAN Expo dilanjutkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang menghadiri pertemuan para pemimpin Cina-ASEAN.

”Kami memandang China sudah menunjukan sikapnya. Mementingkan kerja sama China-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN. Oleh sebab itu, baik rasanya jika kerja sama Indonesia dengan China terus ditingkatkan khususnya dalam membangun dan mengembangkan vaksin di tanah air,” tutup Azis Syamsuddin.

Rekomendasi