Ketua Badan Hukum Front Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah Zaenal Abidin lolos tahap pertama seleksi calon Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Lulusan Magister Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini mengaku ingin menjadi anggota Komnas HAM untuk membantu masyarakat."Saya tertarik masuk di Komnas HAM ingin berkecimpung secara langsung, bagaimana melakukan advokasi masyarakat yang tersingkirkan dari hak-haknya. Setelah tes tertulis lolos 60 besar, besok Kamis (18/5) saya akan mengikuti seleksi berupa dialog publik," kata Zaenal kepada merdeka.com di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/5).Saat mendaftar seleksi komisioner Komnas HAM, pria yang akrab disapa Zaenal Petir mengaku rekan-rekan sesama anggota maupun pengurus FPI tidak tahu. Setelah berhasil lolos tahap awal, Zaenal baru akan melapor ke pengurus daerah."Saat saya mau mendaftar masuk Komnas HAM teman-teman FPI sebelumnya tidak mengetahui. Tapi hari ini saya tadi telepon beliau Pak Kyai Sihab (Ketua FPI Jateng Sihabuddin), untuk memberitahu bahwa saya besok akan seleksi kembali masuk Komnas HAM," ucapnya.Menurutnya, siapa pun berhak mengikuti seleksi menjadi pejabat publik. Dia berpegang pada Undang-Undang. "Sesuai Undang-undang Nomor 33 Tahun 1999 setiap warga negara berhak untuk menjadi pejabat publik," terangnya.Zaenal merasa menjadi korban, ketika orang mengaitkan pencalonannya sebagai komisioner Komnas HAM dengan aktivitasnya di FPI. Padahal, kata dia, pencalonannya atas nama pribadi bukan mewakili ormas. Apalagi FPI juga bukan ormas anti-Pancasila.Meski mendapatkan pro kontra, Zaenal menyatakan tetap akan maju dan mengikuti tahapan seleksi untuk menjadi Komisioner Komnas HAM."Saya akan tetap maju karena hak seseorang menjadi pejabat publik diatur HAM. Banyak dan ada orang yang tidak tahu saya, atau orang tahu saya banyak tapi merasa dan merasa tidak ingin tahu juga banyak," tuturnya.Alumnus IKIP PGRI Kota Semarang ini menjelaskan, keterlibatannya dalam FPI untuk menepis anggapan masyarakat yang terlanjur memandang FPI sebagai organisasi keras. Dia ingin membuktikan bahwa FPI tetap santun dan taat hukum."Saya pengurus di organisasi FPI yang diyakini orang organisasi keras. Justru saya masuk ke FPI Jawa Tengah untuk saya bawa FPI menjadi organisasi FPI yang humanis dan taat hukum. Tapi juga, polisi juga harus tegas dalam penindakan soal jika ada miras dan perjudian," terangnya.
Cerita petinggi FPI Jateng ikut seleksi komisioner Komnas HAM
Ketua Badan Hukum Front Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah Zaenal Abidin ikut seleksi komisioner Komnas HAM. Zaenal sudah lolos seleksi tahap pertama. Jika jadi komisioner Komnas HAM, dia ingin membantu masyarakat yang hak-haknya tersingkirkan.
Rekomendasi