Masyarakat kembali dihebohkan kasus pembunuhan yang menimpa pekerja seks komersial (PSK). Adalah Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Empi, seorang PSK yang menjadi korban pembunuhan tersebut.Janda muda asal Depok, Jawa Barat tersebut tewas mengenaskan usai melayani teman kencannya di kamar kosanya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Deudeuh ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bugil, mulut tersumpal kaos kaki serta leher terikat kabel rool.Pelaku yang tak lain pelanggan korban mengaku kecewa dengan pelayanan Deudeuh. Pelaku mengaku sakit hati setelah disebut bau badan ketika berhubungan intim dengan korban.Sebelum kasus Deudeuh menyeruak ke permukaan, seorang PSK yang tewas di tangan teman kencannya beberapa kerap terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Sebagian besar motif pembunuhan itu karena sang pelanggan kecewa dengan pelayanan si wanita tersebut.Berikut kasus tewasnya PSK di tangan pelanggannya yang dirangkum merdeka.com, Kamis (16/4):
Advertisement
Deudeuh Alfisahrin ditemukan tewas di kamar kontrakan Jalan Tebet Utara 15-C Nomor 28 RT 07/10 Tebet Timur Jakarta Selatan pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ditemukan, korban tewas dengan kondisi mulut disumpal kaos kaki, leher dijerat kabel dan tubuh tanpa busana.Menurut temannya, Empi dikenal sebagai wanita bookingan. "Dia cewek panggilan via online," ujar Feli (26), sahabat Mpi yang juga satu profesi sebagai cewek panggilan saat ditemui merdeka.com, Senin (13/4).Empat hari kemudian polisi membekuk pembunuh Deudeuh Alfisahrin, di Bogor, Jawa Barat. Pelaku bernama Muhammad Prio Santoso.Prio mengaku nekat menghabisi nyawa Deudeuh alias Tata alias Empi karena sakit hati karena dibilang bau badan oleh Deudeuh saat berhubungan badan. Karena sakit hati, RS secara spontan membunuh Deudeuh yang masih tanpa busana dengan cara melilit leher menggunakan kabel pengering rambut dan memasukkan kaos kaki ke mulut korban hingga tewas.
Advertisement
Lain cerita terungkap di Kabupaten Bekasi. Pada 9 Oktober 2013 malam, seorang PSK ditemukan tewas di rumah teman kencannya tepatnya di Kampung Utan, Desa Wanajaya RT2/29, Kecamatan Cibitung.PSK tanpa identitas itu tewas di kamar mandi dalam kondisi telungkup. Korban tewas karena terluka di bagian kepala dan hanya mengenakan BH plus celana dalam.Menurut seorang warga, Senih, sekitar pukul 19.00 WIB terdengar suara teriakan perempuan meminta tolong. Kirno penghuni kontrakan berusia 18 tahun itu, tak membuka pintu saat warga berdatangan."Kirno kabur waktu pintunya didobrak," kata dia. PSK tersebut diduga dibunuh Kirno yang tak lain adalah teman kencannya.
Advertisement
Kasus pembunuhan yang menimpa PSK ini terjadi di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Peristiwa penemuan seorang PSK yang tewas tergeletak di saluran irigasi setempat. Dia ditemukan warga tertelungkup tanpa busana.Dugaannya, korban dibunuh usai melayani nafsu syahwat teman kencannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, nama korban adalah Leha. Usianya, 30 tahun. Dia warga Desa Curah Kates, Kecamatan Panti.Korban dikenal sebagai PSK yang kerap mangkal di warung remang-remang di sekitar gudang pupuk setempat. Selain melayani pembeli kopi, dia juga melayani hasrat para hidung belang. Tiba-tiba tanpa tahu masalahnya, korban, pada 15 Februari 2012 pagi ditemukan tewas oleh pekerja penyimpanan gudang.Tragisnya, dia dalam kondisi mengenaskan tanpa busana. Bahkan pertama kali dilihat saksi, tubuhnya terbenam di air saluran irigasi.
Advertisement
Pada 17 November 2013, tepatnya di Jalan kupang Gunung timur VII/25, Surabaya, Jawa Timur, seorang pekerja seks komersial asal Dolly ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya. Ia ditemukan tewas dalam kondisi telanjang.Jenazahnya PSK yang diketahui bernama Elie itu ditemukan setelah pemilik kos mencium bau busuk dari dalam kamarnya di lantai 2 Jalan kupang Gunung timur VII/25, Surabaya, Jawa Timur. Dari informasi yang diperoleh merdeka.com, motif kasusnya pun hampir sama dengan sebelumnya.Indikasi ELie dibunuh temen kencannya karena pada raut wajahnya didapati rusak karena diduga dia dianiaya sebelum dibunuh. Pada mulutnya, juga ditemukan kain yang diduga digunakan untuk membekapnya.