Kepolisian Sektor Pandak Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil meringkus tiga pelaku penipuan yang diduga mempunyai kemampuan menghipnotis korban. Kapolsek Pandak AKP Paimun menyatakan ketiga pelaku tertangkap di Pasar Gumulan setelah sempat dihajar massa karena tepergok menipu salah satu pedagang pasar setempat."Korban sudah melepaskan tiga cincin miliknya dan uang Rp 42.000 juga sudah diserahkan. Namun ketahuan pedagang lain. Saat ini pelaku sudah diamankan di Markas Polsek Pandak," katanya seperti ditulis Antara di Polsek Pandak Bantul DI Yogyakarta, Senin (12/1).Menurutnya identitas tiga pelaku penipuan tersebut masing-masing adalah MA (37), MW (54) dan SW (42). Sesuai informasi yang diterima, pelaku sudah dua kali menjalankan aksinya yang menyasar pedagang pasar dengan modus iming-iming pelarisan kemudian menukarnya dengan perhiasan milik korban.Paimun menyatakan sekawanan penipu yang diketahui merupakan warga Kebumen Jawa Tengah tersebut sebenarnya ada empat orang. Namun satu orang di antaranya meloloskan diri, sehingga saat ini masih dalam pengejaran jajaran kepolisian.Lanjut dia, terungkapnya aksi kejahatan pelaku penipuan itu berawal dari kecurigaan Suratmi (51), pedagang di sisi Selatan Pasar Gumulan. Dirinya mengaku pernah menjadi korban penipuan tiga orang tersebut pada 16 November 2014.Menurut pengakuannya, saat empat orang tersebut lewat, Suratmi tiba-tiba mengingat wajah penipu yang membuatnya kehilangan sejumlah perhiasan berupa gelang 10 gram, kalung lima gram, cincin dua gram dan uang Rp 100 ribu, sehingga berinisiatif untuk menguntit ketiga pelaku.Ketiga pelaku itu, kata dia, mengajak seorang pedagang yang sudah tua yakni Darto Wiyono ke sebuah tempat yang sepi. Sehingga saat itu dirinya meminta bantuan pada orang lain bahwa dia akan menangkap penipu yang telah merugikannya."Setelah itu saya langsung maju dan memegang salah satu pelaku, kemudian saya berteriak bahwa mereka adalah orang yang menipu saya waktu lalu. Kemudian orang-orang pada datang," kata Suratmi.Suratmi mengisahkan saat menjadi korban penipuan kala itu, dirinya mengaku tidak sadar sehingga menyerahkan barang berharga miliknya, dan setelah itu pelaku menyerahkan bungkusan dan meminta Suratmi membuka barang yang dibungkus dengan daun dan uang Rp 2.000 setelah tiba di rumah."Saya kira bungkusan itu perhiasan saya, malah isinya tanah. Saya juga diminta wudu dulu sebelum membuka bungkusan," katanya.
Cerita ibu-ibu pedagang ringkus pelaku penipuan modus hipnotis
Ketiga pelaku sempat dihajar massa karena tepergok menipu.
Advertisement
Rekomendasi