Bekerja di negeri orang tidak selalu mendapatkan bernasib baik. Banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja di luar negeri, tetapi ketika pulang dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.Seorang TKW bernama Erwiana Sulistiyaningsih berusia 23 tahun telah dianiaya oleh majikannya di Hongkong, setelah bekerja delapan bulan bekerja. Akibatnya, wajahnya pun lebam dan terdapat bintik-bintik hitam dan sebagian kulitnya mengelupas.Nasib yang sama juga dialami Anis Andriani (23), TKW asal Ponorogo. Jari tangannya dipotong oleh majikannya, lantaran Anis tak mengerti ucapan si majikan.Kondisi seperti itu jelas sangat memprihatinkan. Terlebih lagi, pemerintah pun seperti angkat tangan untuk mengatasi kejadian seperti ini. Padahal, jika di dalam negeri ada lapangan kerja memadai para TKI pasti tak akan jauh-jauh mengais rupiah.Berikut 5 kisah TKW Erwiana dan Anis yang disiksa oleh majikannya di Hongkong yang berhasil dihimpun, merdeka.com:
Advertisement
Erwiana Sulistiyaningsih dianiaya oleh majikannya di Hongkong. ia mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Amal Sehat, Sragen Jawa Tengah. Menurut keterangan Humas RS Amal Sehat Sriyoko, Erwina dirawat dengan kondisi luka sangat memprihatinkan."Sejak datang kondisinya cukup memprihatinkan. Luka lebam di tubuh, wajah, kaki dan tangannya. Suhu tubuhnya saat datang juga panas. Wajahnya lebam dan terdapat bintik-bintik hitam dan sebagian kulitnya mengelupas," ujar Sriyoko, saat ditemui wartawan di RS Amal Sehat, Selasa (14/1).
Advertisement
Kasus Erwina ini menimbulkan kecaman dan kemarahan para tenaga kerja sehingga menjadi sorotan publik. Sampai-sampai ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong menggelar unjuk rasa sebagai aksi solidaritas.Dalam aksi unjuk rasanya itu, sebagian pengunjuk rasa mengibarkan bendera merah putih Indonesia, dan sebagian lain mengacungkan foto wajah lebam Erwiana akibat disiksa majikannya."Kita harus sudahi perbudakan modern ini," ujar Ila Hasa (32) salah seorang demonstran.
Advertisement
Bapak Erwina, Rohmad Saputra geram atas tindakan yang tidak manusiawi kepada anaknya. Dia pun meminta kepada pemerintah agar majikannya itu dihukum seadil-adilnya. "Saya ingin majikan yang menyiksa putri saya diseret ke pengadilan," kata Rohmad Saputra, ayah Erwiana yang duduk di samping tempat tidur anaknya.
Advertisement
Anis Andriani, salah satu TKW asal Indonesia dianiaya oleh majikan hingga mengalami jari tangan manisnya dipotong. Penganiayaan dilakukan hanya gara-gara korban berusaha untuk mengusir anjing majikannya menggonggong.Lantas majikan pun mendengar suara gonggongan anjing tersebut. Anis pun tak paham dengan bahasa majikannya, sebab Anis pun di Hongkong baru beberapa hari saja. Anis pun ditarik menuju ke dapur oleh majikannya. Tangan Anis ditaruh di talenan dan jari manis Anis terpotong dan darah pun mengalir deras.
Advertisement
Setelah jari Anis dipotong, dirinya pun meminta bantuan kepada temannya, untuk diberi pertolongan. Tidak lama kemudian ada petugas keamanan datang ke rumah majikannya dan minta untuk dibukakan pintu. Datanglah 3 petugas rumah sakit dan sekuriti. Setelah itu Anis dibawa ke rumah sakit Queen Mary, Pok Fu Lam, Hong Kong."Teman itu menyarankan Anis untuk menelepon agen. Saya lalu telepon ke agen, tapi agen menyuruh saya tetap bertahan di rumah," tutur teman Anis.