Cegah Penyebaran Corona, Peziarah Ritual Semana Santa di Larantuka Dibatasi

Dua kapal penyeberangan yang disiapkan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur secara gratis, bagi peziarah Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, dibatalkan keberangkatannya.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Cegah Penyebaran Corona, Peziarah Ritual Semana Santa di Larantuka Dibatasi
victor laiskodat. ©2015 Merdeka.com/dpr.go.id

Dua kapal penyeberangan yang disiapkan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur secara gratis, bagi peziarah Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, dibatalkan keberangkatannya.

Pembatalan keberangkatan dua kapal penyeberangan ini tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Sekertaris Daerah Nusa Tenggara Timur, Benediktus Polo Maing atas nama gubernur Viktor Laiskodat.

Surat tertanggal 17 Maret 2020 itu menyatakan, bahwa dengan meningkatnya penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Indonesia pada umumnya dan mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Nusa Tenggara Timur, disampaikan kepada Pastor Paroki bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang semula telah menyediakan dua unit kapal motor penyeberangan (KMP) secara gratis, untuk melayani umat mengikuti kegiatan Semana Santa Larantuka tahun 2020 secara resmi dibatalkan.

Sehubungan dengan pembatalan tersebut, pastor paroki diharapkan dapat menyampaiakan pembatalan ini kepada umatnya masing-masing.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berharap, perayaan prosesi Semana Santa 2020 di Larantuka, hanya dihadiri oleh umat setempat untuk sementara, sehingga bisa mencegah penyebaran Virus Corona di wilayah perbatasan itu.

"Semana Santa di Flores Timur, Saya harap agar yang hadir hanya masyarakat dari Kabupaten itu sendiri. Ini masalah serius yang harus ditanggapi, karena kita tidak miliki dokter dan ruangan yang banyak untuk hadapi Virus Corona. "Ini masalah serius yang perlu kita antisipasi. Kalau kita punya dokter ahlinya 5000 orang stand by, kita tak perlu takut," katanya.

Menurut Viktor, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk mendiskusikan hal ini. Pemerintah provinsi akan mendorong pemerintah Flores Timur dan Keusukupan Agung Larantuka, untuk menggelar rapat bersama.

Semana Santa atau "Hari Bae" adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Flores Timur. Kata Semana Santa berasal dari bahasa Portugis, Semana yang berarti "pekan" atau "minggu" dan Santa yang berarti "suci".

Secara keseluruhan, Semana Santa berarti pekan suci yang dimulai dari Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga perayaan Minggu Halleluya atau Minggu Paskah. Semana Santa merupakan ikon dari Flores Timur dan menjadi daya tarik tarik tersendiri, baik bagi peziarah maupun wisatawan.

Selain menggeliatkan ekonomi dan pariwisata, tradisi ini juga menjadi wujud toleransi antar umat beragama di Flores Timur.

Rekomendasi