Buntut Serangan KST, Satgas Nemangkawi Evakuasi Warga dari Distrik Kiwirok Papua

Evakuasi warga dibagi dalam 2 kloter terbang. Kloter pertama terdiri dari 11 warga, 3 anak-anak di mana 2 di antaranya balita dan 8 warga dewasa. Kloter kedua terdiri dari 6 warga laki-laki.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Buntut Serangan KST, Satgas Nemangkawi Evakuasi Warga dari Distrik Kiwirok Papua
Evakuasi kepada para pengungsi di Distrik Kiwirok. ©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Penyerangan dilakukan Kelompok Separatis Teroris pada sejumlah fasilitas kesehatan, pendidikan dan pemerintahan di Distrik Kiwirok kian meresahkan. Apalagi, sejumlah tenaga kesehatan turut menjadi sasaran.

Tidak ingin masyarakat kembali jadi korban, Satgas Nemangkawi memutuskan mengevakuasi pada pengungsi di Distrik Kiwirok. Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Kurnito beserta tim Satgas Nemangkawi menggunakan beberapa pesawat hari ini.

Wakasatgas Humas Nemangkawi, Kompol Rudi Hartono, menceritakan proses evakuasi dimulai sejak pagi hari pukul 06.00 WIT. Tim tiba di Bandara Oxibil pukul 06.45 WIT dan pukul 08.15 WIT.

"Kemudian melaksanakan briefing untuk kemudian terbang pukul 08.30 WIT menggunakan Pesawat Smart Aviation ke Distrik Kiwirok dan tiba pukul 08.45 WIT," jelas Rudi dalam keteranganya, Sabtu (25/9).

Evakuasi warga dibagi dalam 2 kloter terbang. Kloter pertama terdiri dari 11 warga, 3 anak-anak di mana 2 di antaranya balita dan 8 warga dewasa. Kloter kedua terdiri dari 6 warga laki-laki.

"Setibanya warga di Bandara Oksibil, warga diantar langsung ke Polres Pegunungan Bintang untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

"Tujuan evakuasi pengungsi di ke Polres Pegunungan Bintang/Oksibil agar mendapat bantuan kesehatan, bahan makanan dan juga trauma healing," lanjutnya.

Sedangkan aparat keamanan khususnya Satgas Operasi Nemangkawi tetap berada di distrik Kiwirok sampai situasi betul-betul kondusif dan pengunsi dapat kembali ke rumah masing-masing.

"Setelah situasi kondusif warga yang dievakuasi dapat menentukan apakah kembali ke Kiwirok atau akan bersama kerabat/keluarga yang ada di Oksibil maupun Jayapura. Kami hadir untuk menegakkan hukum sekaligus menjaga hak warga Kiwirok untuk mendapat rasa aman dari pemerintah dan aparat, tidak ada ruang bagi kekerasan bersenjata di wilayah Papua" katanya.

Sebelumnya, Kelompok Sparatis Teroris (KST) telah melakukan penyerangan kepada sejumlah fasilitas dan turut menyasar para tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok pada 13 September 2021 lalu. Dimana dalam serangan ini turut memakan korban jiwa salah satu tenaga kesehatan Gabriela Meilan.

Terbaru, Pratu Ida Bagus Putu, prajurit TNI juga turut gugur pada Selasa (21/9) pagi. Akibat ditembak KST di bagian kepala dari jarak dekat ketika hendak mengamankan proses evakuasi jasad tenaga kesehatan (nakes) Gabriela Meilan (22) yang tewas dan terperosok di jurang.

Rekomendasi