Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban meninggal Palu-Donggala, Sulawesi Tengah per-siang hari ini sebanyak 1.948. Dari 1.948 itu, 22 korban merupakan pengajar di Palu-Donggala.
"Guru meninggal 22, siswa juga sebanyak 22 korban meninggal," ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (8/10).
Willem mengatakan, sebanyak 14 guru yang diduga masih hilang serta dua masih dalam tahap perawatan. Untuk siswa hilang sebanyak 33 dan satu masih dalam tahap perawatan.
Menurut Willem, kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mengupayakan agar kondisi pendidikan di Palu-Donggala pulih. Perhari ini, Kemendikbud berusaha mengaktifkan dunia pendidikan di Palu-Donggala.
"Namun karena banyak guru yang trauma, termasuk juga banyak orang tua murid yang juga trauma dan melarang anaknya bersekolah," kata dia.
Lantaran ada beberapa guru yang trauma, menurut Willem, Kemendikbud tengah mengupayakan untuk mendatangi relawan pengajar untuk memulihkan dunia pendidikan di Palu-Donggala.
"Tambahan pengajar sedang diupayakan. Perlu diketahui juga banyak guru yang dari luar Palu. Sekarang sudah diimbau untuk segera kembali ke Palu dalam rangka memulihkan kondisi ekonomi," kata dia.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com