Bikin film dokumenter tak izin, 4 WN Turki dan 1 WN Australia diamankan
Merdeka.com - Pihak Imigrasi Makassar mengamankan empat warga negara Turki dan satu warga negara Australia karena tak mengantongi izin dalam penggarapan film dokumenter di Dusun Parangmaklengu, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (17/10) pukul 15.30 WITA.
Empat WN Turki itu bernama Sinan, Mustafa, Tahir Enes dan Hakan. Satu WN Australia bernama Reshad Strik serta pemandunya, Abriansyah Adinata yang merupakan karyawan salah satu televisi nasional.
Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Nur Putra Bahagiawan mengungkapkan mereka yang diamankan sedang pengambilan gambar atau pembuatan film dokumenter yang difokuskan pada kegiatan masyarakat desa mengandung unsur keunikan, kesenian dan cagar budaya.
"Kegiatan saat itu dihentikan pukul 15.30 wita karena terkait perizinan pembuatan film tersebut dan menunggu personel dari kantor Imigran Kota Makassar. Dan kemudian pukul 17.10 wita petugas imigrasi tiba di TKP dan melakukan pengecekan terhadap paspor ke lima WNA juga menyita semua Paspor WNA," katanya, Kamis (18/10).
Lalu, lanjut dia, mereka dibawa ke Kantor imigrasi dan akan dicek tentang Dokumentasi atau film Dokumenter yang selama ini diambil di wilayah Sulawesi Selatan untuk mengetahui kebenaran kegiatan yang dilakukan selama ini.
"Hasil pemeriksaan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa itu tidak seizin aparat pemerintah setempat baik dusun, desa, camat maupun tingkat Kabupaten serta tidak melapor ke kantor imigrasi Kota Makassar," kata Putra.
Mengenai izin kunjungannya, tambah Putra, WNA tersebut datang ke Indonesia dengan menggunakan paspor kunjungan wisata.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya