Bentrok GO-JEK vs Mahkota Taksi berakhir damai di meja makan

Bentrok GO-JEK vs Mahkota Taksi berakhir damai di meja makan. R Tomy, koordinator Mahkota Taksi juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para pengemudi GO-JEK.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Bentrok GO-JEK vs Mahkota Taksi berakhir damai di meja makan
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo damaikan GO-JEK & sopir taksi. ©2017 Merdeka.com

Gesekan yang terjadi antara ojek online GO-JEK dengan Mahkota Taksi berakhir di meja makan kantin Balai Kota Solo. Kedua kubu berhasil didamaikan oleh Polresta Solo. Mereka sepakat menahan diri hingga ada kebijakan dari Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.Eko Yulianto, perwakilan GO-JEK mengatakan pihaknya meminta maaf kepada para pengemudi Mahkota Taksi, ojek pangkalan serta penarik becak yang mangkal di Stasiun Purwosari. Terjadinya gesekan diakuinya sebagai kesalah pahaman."Kami meminta maaf kepada pihak-pihak yang telah dirugikan. Kami juga sepakat untuk berdamai. Keputusan selanjutnya kita menunggu pak wali kota," ujarnya, Rabu (15/3).Ia menambahkan, untuk semua pengemudi GO-JEK tetap berjalan seperti biasa. Ia tidak melarangan GO-JEK untuk beroperasi. Pangkalan yang saat ini digunakan juga tetap ada. "Semua tetap kami kondisikan seperti biasa," tandasnya.R Tomy, koordinator Mahkota Taksi juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para pengemudi GO-JEK."Ini hanya kesalah pahaman, kami minta maaf. Mari kita cari makan sama-sama. Kalau tidak bareng-bareng kita makan dari mana?" ucapnya.Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo berharap kesepakatan yang telah dicapai bisa dijaga bersama. Ia juga berpesan agar tidak lagi terjadi keributan diantara ojek online dan sopir taksi."Kalau sampai terjadi kontak fisik atau tindakan anarkis lainnya akan kami tidak tegas sesuai prosedur," pungkas Kapolresta.

Rekomendasi