Wali Kota Bima Arya Sugiarto akan memberlakukan sistem ganjil-genap di Kota Bogor, untuk mengurangi mobilitas warga.
"Kondisinya sudah tidak biasa. Kemarin 168 tambahan kasus positif. Kami bersama forkopimda sepakat memberlakukan ganjil genap selama 14 hari ke depan," kata Bima, Kamis (4/2).
Kata dia, ganjil-genap ini diberlakukan pada tiga hari setiap pekannya, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu. "Artinya, hanya mobil yang memiliki nomor akhir genap diperbolehkan di tanggal genap," tegasnya.
Meski begitu, Pemkot Bogor akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga pada Sabtu dan Minggu, seluruh mobil bisa mengetahui dan mematuhi.
"Perlu ada proses sosialisasi. Hari ini akan disosialisasikan. Ini untuk mengurangi mobilitas warga. Ini opsi uang diambil karena Kota Bogor tidak bisa melakukan penyekatan menyeluruh," tegas Bima.
Pada dasarnya, kata Bima, Pemkot Bogor melarang seluruh aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Jika ditemukan, makan akan langsung dibubarkan oleh satgas.
"Semua olahraga atau apapun yang mengundang kerumunan, dilarang, termasuk di unit ekonomi, seperti pasar dan lainnya," tegas Bima.