Indonesia Police Watch (IPW) mendesak penyidik Bareskrim Mabes Polri mengambil alih dugaan kasus mafia satwa langka di Kebun Binatang Surabaya (KBS). IPW menilai Polrestabes Surabaya lalai dalam menangani kasus tersebut."Melaporkan mafia 420 satwa langka di Surabaya," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane usai memberikan laporan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/11).Selain itu, Neta juga mendesak penyidik Bareskrim segera menciduk ketua harian tim pengelola sementara (TPS) KBS, Toni Sumampau. Toni, kata Neta, merupakan orang yang memimpin perjanjian pertukaran satwa antara TPS KBS dengan taman hewan pematang siantar yang dipimpin Rahmat Shah yang juga merupakan ketua umum perhimpunan kebun binatang seluruh Indonesia.Keduanya diduga bermain mata dalam proyek tersebut. Salah satunya pertukaran 148 satwa KBS dengan pembangunan museum."Mendesak kabareskrim polri bertindak cepat memproses hukum orang-orang yang terlibat dalam perjanjian pertukaran satwa KBS," kata Neta.Pihak penyidik Mabes Polri menyatakan kasus itu tengah diproses oleh pihaknya. "Pak Suhardi sendiri nyatakan kasus ini sedang on the track," tandasnya.
Bareskrim Polri didesak ambil alih kasus mafia satwa di KBS
"Melaporkan mafia 420 satwa langka di Surabaya," kata Neta S Pane.
Rekomendasi