Bantah pengakuan penyidik KPK, Miryam ngaku tak ditekan Bamsoet dkk
Merdeka.com - Anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani kembali bersaksi di sidang kasus korupsi e-KTP. Pada persidangan ini, Miryam dikonfrontir dengan penyidik KPK yang membuat berita acara pemeriksaan (BAP).
Konfrontir dilakukan karena persidangan sebelumnya, Miryam mengaku tertekan saat di-BAP, sehingga apa yang dia sampaikan asal-asalan. Hingga dia memutuskan mencabut BAP-nya dan membuat hakim kesal.
Di awal persidangan hari ini, Kamis (30/3), penyidik senior KPK, Novel Baswedan, justru mengungkap fakta berbeda. Menurut Novel, Miryam justru ditekan sejumlah anggota DPR.
"Yang disebut seingat saya Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond Mahesa dan Masinton Pasaribu," kata Novel menjawab pertanyaan Jaksa Irene.
Lalu Hakim Anwar menanyakan kebenaran informasi Novel pada Miryam. Namun Miryam membantah dirinya ditekan rekan-rekannya di DPR.
"Tidak yang mulia. Justru pada 1 November, pada saat itu saya down bahwa saya tahun 2010 mau ditangkap. Itu bikin down saya," jawab Mirya,
Miryam kembali menegaskan pemeriksaan yang dilakukan Novel dkk membuatnya sangat tertekan. "Saya datang ke situ enggak bawa kertas enggak bawa pulpen. Coretannya misalnya pertanyaan dan jawab," jelas dia.
Dalam satu pemeriksaan, Miryam mengaku sempat disodorkan BAP yang sudah di-print. Di lembar print itu, muncul nama-nama anggota DPR yang berasal dari Fraksi Golkar.
"Disodorkan print yang isinya orang-orang Golkar semua. Saya bilang ini enggak seperti yang bapak tanya. Ini salah. Disodorkan di saya isinya Golkar semua. Saya bilang ini salah," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya