Banjir di Jombang Rendam Jalan Nasional Jalur Surabaya-Madiun

Solusi utama meredam banjir ini, hanya bisa dilakukan dengan penutupan aliran di Rolag 70.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Banjir di Jombang Rendam Jalan Nasional Jalur Surabaya-Madiun
Banjir di Jombang. ©2021 Merdeka.com

Banjir di Jombang merendam tiga desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Akibatnya, jalan nasional Surabaya-Madiun tersendat lantaran terimbas luapan air Sungai Brawijaya.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah mengatakan, akibat terganggunya jalan nasional Surabaya-Madiun ini, lalu lintas di kawasan itu pun menjadi tersendat. Ia pun, meminta pada pengguna jalan roda 4 agar memilih jalan tol saja.

"Aliran (banjir) semakin tinggi karena aliran yang dari Rolag 70 (Gudo Jombang) semakin deras. Harapan kita sebagain pengendara lebih baik lewat tol saja. Masih bisa dilewati asal pelan-pelan. Tapi itu kan menambah kemacetan. Jadi lebih baik lewat tol saja," ujarnya, Jumat (5/2).

Solusi utama meredam banjir ini, hanya bisa dilakukan dengan penutupan aliran di Rolag 70. Hal itu dilakukan agar debit air tidak terlalu deras mengalir ke sungai Avur Besuk yang sekarang meluap ke Avur Brawijaya dan menjebolkan beberapa tanggul sungai.

"Koordinasi sudah dengan BBWS ini mulai action untuk menutup aliran rolag 70. Supaya debit air tidak terlalu deras menuju ke sungai avur Besuk. Avur Besuk luapannya ke avur Brawijaya. Meluber ke jalan nasional," katanya.

Sumrambah mengatakan, hasil koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Berantas, penutupan aliran dari Rolag 70 mulai dilakukan. Dia menarget dalam empat hari ke depan bisa dituntaskan penanganan banjir ini.

"Target kami empat hari lagi paling tidak untuk bisa menutup rolag 70 ke avur Besuk. Kalau itu bisa ditutup kita akan melakukan perbaikan tanggul-tanggul yang jebol. Kalau selama itu belum ditutup maka sangat sulit kami melakukan perbaikan tanggul yang jebol karena arus deras sungai," katanya.

Sambil menunggu langkah teknis BBWS, Pemkab Jombang terus berupaya menangani korban di tiga desa yang terdampak. Seluruh relawan juga fokus penanganan warga di tiga desa.

"Kita semua relawan kita tumpahkan di sini. Yang paling parah ada di Desa Gondang Manis, kemudian Desa Brangkal sama Desa Banjarsari. Yang paling parah sekarang di Dusun Prayungan sama Dusun Manisrenggo," katanya.

Rekomendasi