Kepolisian mengamankan sekitar 20 orang pelajar SMA Teladan. Puluhan pelajar tersebut diamankan oleh petugas karena membawa belasan senjata tajam (sajam) dan bom molotov saat ingin tawuran dengan STM Bunda Kandung, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan."Mereka dari SMA Teladan Jagakarsa. Niatnya mau tawuran," terang Kapolsek Jagakarsa Kompol Sunarto, Senin (11/6).Sunarto menjelaskan, dari ke-20 pelajar tersebut sebelum digelandang ke kantor polisi mereka membajak sebuah bus dari pasar Lenteng Agung. Tujuan mereka adalah menemui musuh bebuyutannya yaitu SMK Bunda Kandung Poltangan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Melihat gelagat tidak beres pelajar tersebut, petugas kemudian membuntuti mobil yang mereka tumpangi."Anggota mengikuti mereka sejak dari Pasar Lenteng Agung. Sampai di kolong Tanjung Barat dan kemudian mereka distop," jelasnya.Para pelajar tersebut sempat berlari berhamburan sambil melemparkan perlengkapan tawuran yang dibawa. Namun, usaha pelarian mereka dapat digagalkan petugas kepolisian dan dapat mengamankan mereka serta mengangkut 20 pelajar tersebut ke Mapolsek Jagakarsa."Barangnya dilempar-lemparin ke mana-mana saat lari. Jadi, petugas harus mencari barang-barang yang dibuang," kata Sunarto.Namun akhirnya petugas dapat mengumpulkan barang bukti yang yang mereka buang saat berlari. Dari hasil pencarian didapat senjata jenis celurit sebanyak 6 buah, 11 pedang, 1 unit bom molotov, dan 1 unit gesper khusus tawuran. Pihak kepolisian sendiri menyatakan akan memanggil pihak sekolah dan orangtua atau wali para pelajar untuk membuat surat keterangan agar melakukan pengawasan terhadap para pelajar tersebut.
Bajak bus untuk tawuran, 20 siswa diamankan polisi
Hasil pencarian didapat senjata jenis celurit sebanyak 6 buah, 11 pedang, 1 unit bom molotov, dan 1 unit gesper.
Rekomendasi