Terdakwa mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin berkeluh kesah atas pernyataan advokat Maskur Husain yang menyebut dirinya turut menyuap untuk mengamankan penanganan kasus korupsi di Lampung Tengah yang sedang diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu diucapkan Azis ketika dirinya bertanya kepada Maskur yang dihadirkan sebagai saksi. Apakah pernah bertemu sosok Kader Partai Golkar, Aliza Gunado yang disebut turut menyerahkan uang bersama Azis, sebesar Rp3.099.887.000 dan USD36.000.
"Kemudian saya kembali ke saudara Maskur. Saudara tadi menyampaikan jadi tidak pernah bertemu saudara Aliza," tanya Azis saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (23/12).
"Tidak pernah," jawab Maskur.
Sehingga persoalan uang yang dalam pokok perkara diserahkan Azis kepada Maskur, diakui hanyalah asumsi atas kesimpulan pribadi. Karena dirinya diminta Robin untuk mengawal kasus persoalan Lampung Tengah.
"Jadi sebenarnya saya itu menyimpulkan, karena berulangkali Robin menyampaikan bahwa itu mengawal sama pantau kasus dengan Aliza Gunndo berulangkali itu disebut. Sehingga saya menyimpulkan bahwa kalau bukan dari sini, dari mana lagi," kata Azis.
"Jadi itu hanya asumsi atau halusinasi saudara?" timpal Azis.
"Asumsi saya sih lebih tepatnya," balas Maskur.
Mendengar kesaksian dari Maskur, Azis pun lantas menyatakan jika keterangan yang disampaikan Maskur telah merugikan dirinya. Karena harus terseret hingga terjerat dalam kasus yang saat ini, membuatnya harus mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR.
"Bahwa ini membahayakan saya. Dan saya terbukti pada hari ini menjadi suatu tersangka dan ditahan di tahanan KPK C1, dan saya sudah dicopot dari wakil ketua DPR, dan saya sudah mundur pada tanggal 6 September 2021," katanya.
"Hanya karena salah satu unsur bagian dari delik yang diadukan pada saudara pada saat gelar perkara dalam berkas perkara. Bahwa saya ditetapkan tanggal 24 kemudian saya dilakukan gelar perkara tanggal 1 September, kemudian langsung tanggal 2 saya ditetapkan sebagai tersangka. Hanya karena faktor kata 'dan' bahwa saya menerima," katanya.
Meskipun Azis sempat berkeluh kesah atas pernyataan Maskur yang menyeret dirinya sampai seperti ini, dia tetap ikhlas dan siap menjalani perkara ini sampai tuntas.
"Tapi nggak apa-apa, saya ikhlas bahwa ini ketetapan Allah. Terima kasih yang mulia," ujar Azis.