Atasi kekeringan, Kementan bangun saluran irigasi dan embung

Menteri Pertanian Amran Kurniawan mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah antisipatif untuk mengatasi kekeringan. Di antaranya dengan membangun irigasi, normalisasi sungai, membangun bendungan dan embung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Atasi kekeringan, Kementan bangun saluran irigasi dan embung
Mentan Amran Sulaiman. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan. Kekeringan ini berdampak pada lahan pertanian yang membutuhkan air.Menteri Pertanian Amran Kurniawan mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah antisipatif untuk mengatasi kekeringan. Di antaranya dengan membangun irigasi, normalisasi sungai, membangun bendungan dan embung."Pembangunan irigasi sepanjang 3 juta hektar sudah dilakukan. Normalisasi sungai dan pembangunan embung sudah dilakukan. Semua telah dimanfaatkan petani," katanya di JEC, Yogyakarta, Jumat (22/9).Amar menyampaikan kekeringan memang dirasakan di Indonesia. Meskipun demikian, dampak kekeringan sudah bisa diantisipasi. Sehingga tak terlalu dirasakan dampaknya."Butuh waktu lama untuk menyelesaikan permasalahan tanah tadah hujan yang luasnya hampir setengah wilayah Indonesia. Jadi mimpi kita ke depan, lahan pertanian tadah hujan bisa terairi," papar Amran.Amran menjabarkan di wilayah pertanian tadah hujan, Kementan membangun sumur dangkal, sumur dalam dan embung. Diharapkan pembangunan tersebut bisa membuat air hujan yang jatuh bisa direcycle sehingga tak hanya digunakan sekali tetapi bisa berulang kali digunakan."Jika ini bisa dilakukan maka program lumbung pangan di 2045 bisa jadi kenyataan," pungkas Amran.

Rekomendasi