Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota Satgas Sebut Daerah Tak Punya Uang Bantu Masyarakat Jika Diterapkan Lockdown

Anggota Satgas Sebut Daerah Tak Punya Uang Bantu Masyarakat Jika Diterapkan Lockdown Lockdown mikro di Tangerang Selatan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Anggota Tim Pakar Perubahan Perilaku Satgas Penanggulangan Covid-19, Riant Nugroho, menuturkan, pemerintah di daerah tidak punya uang jika menerapkan karantina wilayah atau lockdown. Salah satunya untuk menyuplai kebutuhan harian masyarakat.

"Tantangan paling besar kan adalah begini, apabila dilakukan semacam yang kita sebut Lockdown. this is lockdown. Katakanlah 80 persen dilaksanakan, problem kita adalah bagaimana memberikan supply pendapatan, minimal makanan kepada masyarakat yang tidak mampu," ujar Riant dalam diskusi daring, Sabtu (3/7).

"Nah ini yang terjadi, karena pemerintah daerah tidak memegang uang itu. Uang itu ada di pusat," ucapnya.

Riant mengatakan, bantuan sosial sudah diberikan melalui banyak kanal, misalnya melalui menteri. Sehingga kebijakan yang ada perlu dikonsolidasikan.

"Sehingga, mengkonsolidasikan kita perlu bukan hanya waktu lagi tapi bagaimana kebijakan yang mengkonsolidasikan," kata Riant.

"Jadi problem utamanya adalah bagaimana membantu masyarakat makan karena duitnya enggak ada di daerah," ucapnya.

Selain itu, Riant mengakui, teguran pemerintah pusat kepada daerah memang diperlukan saat pandemi ini. Apalagi banyak kepala daerah yang masih membandel dalam penanganan Covid-19 ini.

"Jadi sebenarnya kalau menegur kepala daerah itu bagus karena itu kekuasan sudah resentralisasi kembali. Tetapi memang gak mudah. Kepala daerah memang ada yang betul-betul bandel. Tapi kalau boleh saya katakan, semua kepala daerah terutama di Pulau Jawa-Bali sudah paham karena juga ada korban yang cukup banyak," ucapnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP