Anggaran membengkak, pembangunan Masjid Raya Sriwedari dimulai usai Lebaran
Merdeka.com - Pembangunan Masjid Raya Sriwedari Solo yang ditargetkan mulai Maret lalu, hingga kini belum ada kepastian. Anggaran masjid yang rencananya hanya Rp160 miliar tersebut telah membengkak menjadi Rp 180 miliar dan kini dikabarkan terus naik.
Ketua Tim Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwedari Achmad Purnomo mengatakan rencana pembangunan masjid di jantung Kota Solo tersebut masih menunggu finalisasi kebutuhan anggaran dari PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor pelaksana.
"Kami menargetkan pembangunan masjid bisa dikerjakan setelah Lebaran nanti," ujar Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Senin (21/5).
Purnomo menjelaskan, saat ini panitia masih berhitung dengan pihak kontraktor pelaksana, terkait adanya perbedaan atau selisih antara permintaan panitia dan PT. Wika. Sesuai hitungan awal panitia, lanjut Purnomo, anggaran sebesar Rp160 miliar. Namun pada akhirnya membengkak menjadi Rp 180 miliar lebih, mengacu penghitungan PT Wika.
"Kebutuhan meningkat karena ada perbaikan kualitas bangunan masjid.Kualitasnya jauh lebih baik dan struktur bangunannya sangat kuat,” jelas dia.
Namun, masih menurut Purnomo, kebutuhan anggaran sebesar Rp180 miliar tersebut belum termasuk pembangunan menara utama setinggi 114 meter. Pihaknya kini tinggal menunggu finalisasi hitungan kebutuhan anggaran secara menyeluruh untuk pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang tengah dilakukan PT Wika.
"Kami perkirakan kebutuhan anggaran nanti lebih dari Rp180 miliar, dengan tambahan anggaran pembangunan menara utama," katanya.
Belum selesainya finalisasi hitungan kebutuhan anggaran tersebut, jelas Purnomo, membuat pelaksanaan pembangunan masjid kembali molor.
Terkait sumbangan dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Purnomo mengatakan sumbangan tersebut baru sebatas komitmen dan belum pada bentuk riil. Menurutnya, sejumlah perusahaan pelat merah itu di antaranya Pertamina dan Bank Tabungan Negara (BTN).
"Selain mengumpulkan dana pembangunan, panitia juga menyiapkan kajian-kajian teknis pembangunan masjid, seperti uji ketinggian menara yang akan dibangun setinggi 114 meter," imbuhnya.
Pembangunan masjid didesain khusus agar bisa memperkuat Sriwedari sebagai kawasan cagar budaya. Selain disesuaikan dengan fungsi kawasan di sana, desain masjid dengan konsep Jawa klasik tersebut akan mengadopsi Masjid Agung Demak, Masjid Agung Kudus, Masjid Lasem dan Masjid Agung An Nur Pekanbaru.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya