Anggaran jadi alasan TNI peningkatkan pertahanan negara tak maksimal

"RPJM (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah) 2010-2014 baru sekitar Rp 150 triliun," kata Laksda TNI Agung Pramono.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Anggaran jadi alasan TNI peningkatkan pertahanan negara tak maksimal
Alutsista TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Usaha untuk meningkatkan pertahanan negara dinilai sudah optimal. Namun setidaknya ada lima aspek yang masih menjadi persoalan terkait pertahanan negara."Ini masih ada persoalan. Nah kata Presiden industri pertahanan harus bangkit makanya TNI harus bangkit juga," kata Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Pramono saat menyampaikan sambutan kunjungan kerja Asrenum TNI dan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Kamis (11/2).Agung menyebut persoalan pertama terkait pertahanan negara berasal dari aspek anggaran. Dia menjelaskan belum optimalnya suntikan dana fiskal dan pembiayaan ekspor menjadi salah satu kendala bagi peningkatan pertahanan negara."Besar anggaran belum cukup, RPJM (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah) 2010-2014 baru sekitar Rp 150 triliun," katanya.Setelah anggaran, kebijakan juga menjadi salah satu jegalan bagi TNI untuk meningkatkan pertahanan. Menurut Agung masih adanya ketidaksinkronan dalam pengadaan alutsista, antara kebutuhan dan penggunaan.Permasalahan lainnya adalah terkait koordinasi yang menurutnya kurang optimal lantaran masih ada kesenjangan antara kebijakan serta implementasi di lapangan. Belum lagi sumber daya manusia yang dinilai belum berkompeten.Sementara, kendala terakhir adalah penelitian dan pengembangan teknologi. Agung mengatakan kendala ini berkaitan dengan anggaran yang dirasa belum mencukupi kebutuhan yang diperlukan."Balik lagi belum optimal dukungan pendanaan, dan belum ada road map yang jelas," tandas Agung.

Rekomendasi