Aksi Terekam CCTV, Wanita Bawa Kabur Handphone Murid SD di Samarinda Ditangkap

"Pelaku kami amankan di kosnya, Kamis (9/1) malam tadi,"

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Aksi Terekam CCTV, Wanita Bawa Kabur Handphone Murid SD di Samarinda Ditangkap
Wanita cantik bawa kabur HP murid SD. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Polisi menangkap Alfi Lahauli (26), wanita penghuni indekos kawasan Jalan Sentosa, Samarinda, Kalimantan Timur. Dia diduga pelaku bawa kabur ponsel seorang murid SD, Rabu (8/1) sore. Ulah Alfi viral di media sosial, lantaran terekam CCTV.

"Pelaku kami amankan di kosnya, Kamis (9/1) malam tadi," kata Kapolsek Sungai Pinang Kompol Ramadhanil, di kantornya, Jalan DI Panjaitan, Jumat (10/1).

Alfi ditangkap berbekal rekaman kamera CCTV itu. Saat beraksi menggunakan motor, dia membawa seorang balita di pangkuannya, yang ternyata adalah anaknya sendiri.

"Korban lagi pulang sekolah, nunggu angkot di pinggir jalan di Jalan Pelita. Nah, pelaku datang dan berhenti tepat di depan korban," ujar Ramadhanil.

"Pelaku ini (Alfi), pura-pura pinjam HP korban dan kemudian menawarkan diri mengantar korban pulang ke rumahnya. Begitu melewati Jalan Nuri, korban diturunkan pelaku dengan alasan mau menjemput temannya," tambah Ramadhanil.

Apesnya, begitu korban turun dari motor, pelaku langsung tancap gas. Korban Hanifs, yang mencoba mengejar pelaku, gagal dan hanya bisa menangis. "HP dibawa kabur pelaku," terang Ramadhanil.

Tim Reskrim Polsek Sungai Pinang bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga mengidentifikasi pelaku adalah Alfi. "Dia (Alfi) tidak sendiri. Ada pacarnya, Baharuddin dan 2 orang lain kami amankan. Karena perannya, membantu menjual dan menerima jual beli HP hasil kejahatan itu," ungkap Ramadhanil.

Alfi dan 3 pelaku lainnya, Baharuddin (24), Supriyanto (22) dan pemilik konter HP Rifai (37) ditetapkan tersangka dan dijebloskan ke penjara Polsek Sungai Pinang. Diduga, Alfi dan komplotannya juga terlibat 2 kasus serupa lain yang masih diselidiki polisi.

"Motor dan HP jadi barang bukti dengan pasal penggelapan," tegas Ramadhanil.

Sementara, Alfi, beralasan membawa kabur HP murid SD itu karena desakan ekonomi. "Buat dijual, buat beli susu anak saya," kilah Alfi ditanya wartawan.

Rekomendasi