Memperingati hari Tuberkulosis (TB) sedunia yang jatuh setiap 24 Maret lalu, organisasi Aisyiyah melakukan serangkaian acara. Puncak acara dari 'Aisyiyah, TB on Car Free Day dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek.Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjanah Dohantini, mengungkapkan salah satu aksi nyata dari organisasinya dalam penanggulangan TB adalah dengan menjalankan Gerakan Ketuk Pintu (GKP). GKP sendiri bertujuan menemukan masyarakat lain yang mengidap TB agar dapat segera diberikan pengobatan."Untuk menanggulangi penularan kematian akibat TB, kita tidak dapat berdiam diri. Perlu usaha yang nyata menjangkau mereka yang terkena TB agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan, dan mengedukasi lingkungan sekitar pasien agar mata rantai penularan dapat diputus," papar Siti Noordjanah di Taman Menteng, Jakarta, Minggu (12/4).
Aisyiyah sebagai organisasi perempuan keagamaan ini juga melaksanakan GKP di 12 provinsi dan 45 kabupaten kota. Daerah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Barat. Kali"Kegiatan ini dilakukan Aisyiyah sebagai kontribusi organisasi pada bangsa untuk meningkatkan angka penemuan dan penyembuhan kasus TB sehingga cita-cita Indonesia sebagai negara bebas TB akan segera dapat terwujud," lanjut Siti Noordjanah.Aisyiyah sendiri didirikan pada 19 Mei 1917 oleh Nyi Ahmad Dahlan di Yogyakarta sebagai organisasi otonom khusus Muhammadiyah. Organisasi yang bergerak di bidang kesehatan ini tersebar di 33 provinsi, 403 kabupaten kota, 2502 kecamatan, dan 7544 pimpinan daerah khusus di Cairo, Belanda, Singapore, dan Malaysia.