Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, membantah adanya campur tangan koleganya yakni tiga menteri pemerintahan Jokowi untuk memenangkannya dalam Munas Golkar. Airlangga merupakan Menko Perekonomian sekaligus caketum Golkar petahana.
"Tidak ada, orang Munas (Golkar) kan," ujar Airlangga saat ditemui di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).
Airlangga menegaskan, tidak ada intervensi dari para menteri untuk melobi DPD Golkar untuk mendukungnya sebagai ketum partai berlambang pohon beringin. Dia menegaskan yang punya suara dalam Munas adalah DPD I tingkat Provinsi dan DPD II tingkat Kabupaten dan Kota.
"Yang punya suara itu kan DPD I dan DPD II," ucapnya.
Advertisement
Jelang Munas Golkar, loyalis Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo(Bamsoet), Syamsul Rizal menduga ada campur tangan menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses pemilihan Ketua Umum Golkar. Kata dia, ada menteri Jokowi yang sengaja menekan DPD Golkar untuk memilih Bakal Calon Ketua Umum Partai petahana Airlangga Hartarto.
"Jadi ada pembantu presiden, saya enggak mau sebut nama tapi ada tiga pembantu presiden yang telepon DPD-DPD dan ketua-ketua DPD I dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga," kata Syamsul di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (27/11).
Syamsul mengatakan tiga menteri ini tidak semuanya berasal dari kalangan partai politik. Tiga menteri itu adalah berasal dari Partai Golkar, akademisi satu lagi berasal dari partai lain.
Terkait menteri partai lain, Syamsul menduga Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno yang terlibat untuk menekan para kepala daerah kemudian kepala daerah menekan DPD Golkar.
"Tapi yang muncul sangat santer itu adalah Pak Pratikno. Mensesneg," ungkapnya.
Advertisement
Isu adanya campur tangan menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan sejumlah DPD Partai Golkar dalam proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dibantah arus bawah. DPD Partai Golkar Sumatera Selatan menyebut isu tersebut hoaks.
Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Herpanto memastikan tidak ada penggiringan pilihan oleh sejumlah menteri terhadap DPD I, untuk memilih kembali Airlangga Hartanto sebagai Ketum Golkar. Bahkan, dia kaget mendengar kabar tersebut.
"Wah tidak ada itu, tidak ada. Itu kabar hoaks," kata Herpanto saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/11).
Ketua DPP Partai Golkar sekaligus loyalis Airlangga, Ace Hasan Syadzily membantah tudingan tersebut. Kata dia, tidak ada pihak yang melakukan penekanan semacam itu.
"Hoaks itu, ngawur pernyataan yang ngawur ngada-ngada ngigo saya bilang. Karena ya tidak ada lah yang melakukan hal tersebut," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).
Kendati demikian, Ace menilai wajar jika ada menteri dari Golkar yang mendukung salah satu calon. Sebab, kata dia, menteri itu juga masih menjadi kader Golkar.
"Misalnya kaya Pak Agus, Pak Menpora atau Pak Jerry ya itu wajar. Karena memang mereka adalah kader Golkar. Jadi menurut saya engga perlu dipersoalkan soal itu," ungkapnya.