Ahok sindir Habib Novel: Malu kerja di Pizza Hut ditulis Fitsa Hats

Ahok sindir Habib Novel: Malu kerja di Pizza Huts ditulis Fitsa Hats. Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan ada beberapa kejanggalan dalam sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian. Ahok mengaku tertawa mendengat Pizza Huts menjadi Fitsa Hats.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok sindir Habib Novel: Malu kerja di Pizza Hut ditulis Fitsa Hats
Sidang Lanjutan Ahok. ©2017 Merdeka.com/Pool

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan ada beberapa kejanggalan dalam sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian. Salah satunya mengenai data diri ‎saksi pertama Sekjen DPD FPI DKI Novel Chaidir Hasan.Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, majelis hakim sempat mempertanyakan identitas diri dari Novel. Namun menariknya‎ data, yang diisi oleh Novel ternyata berbeda dengan kenyataannya."Ada lagi saksi malu kerja di Pizza Hut, punya orang Amrik. Sengaja ditulis berita acara fitsa hats, sengaja ubah. Saya sampai ketawa ditanyain akhirnya dia ngaku enggak perhatikan, padahal semua harus ditanda tangan," katanya usai persidangan di Auditorium, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1)‎.Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga, informasi keliru tersebut sengaja ditulis lantaran malu bekerja di perusahaan Amerika Serikat. Padahal Novel menegaskan, pemimpin harus seorang muslim, baik itu RT ataupun RW.‎"Mungkin dia malu karena punya pandangan enggak boleh dipimpin oleh orang kafir yang beda iman. Jadi RT RW enggak boleh enggak seiman," ujarnya.Padahal dalam data diri Novel kepada pihak kepolisian, dia telah bekerja di Pizza Hut semenjak tahun 1992 hingga 1995. Bahkan, data yang keliru tulis tersebut kesalahannya dilimpahkan kepada polisi padahal data tersebut yang mengisi adalah saksi sendiri."Nih, halaman 92-95 bekerja fitsa hats saksi atas nama Habib novel dan Habib Novel menuduh saya membunuh dua anak buahnya. Dia menuduh saya merekayasa, penjarakan dia. Saya tersanjung bisa merekayasa menjarakan Habib Novel," tutup Ahok.

Rekomendasi