Setelah Presiden Joko Widodo memilih Komjen Tito Karnavian, mencuat isu apakah posisi Wakapolri yang selama ini diduduki Komjen Budi Gunawan turut diganti atau tidak. Beberapa hari terakhir, sempat beredar sejumlah nama akan menggantikan posisi Budi Gunawan sebagai Wakapolri.Menanggapi isu tersebut, Ketua Komisi III, Bambang Soesatyo menyarankan, jika Tito disetujui sebagai Kapolri, untuk posisi Wakapolri sebaiknya tetaplah dijabat Budi Gunawan. Diyakininya, opsi ini dapat menciptakan harmonisasi di internal kepolisian sehingga tetap berjalan mulus dan lancar dan menghindari gesekan di internal Polri."Menurut saya, ada bagusnya Pak Tito sebagai Kapolri tetap bersama-sama dengan Wakapolri lama, Pak BG. Ini penting untuk melakukan penetrasi, terutama dalam hal hubungan harmonis dengan senior-seniornya," ujar Bambang di DPR RI Senayan, Selasa (21/6).Meski demikian, Bambang mengakui bahwa kewenangan memilih Wakapolri itu memang berada di tangan Kapolri itu sendiri dan Wanjakti.Dikatakannya, jika Tito dilantik menjadi Kapolri dan ingin memilih sendiri pendampingnya, disarankannya usulan yang disampaikannya dipertimbangkan agar situasi di Polri tetap terkendali."Kalau soal Wakapolri, itu adalah kewenangan dari Kapolri baru dan Wanjakti. Saran dari saya pribadi, Tito tetap pertahankan Pak BG saja dulu untuk harmonisasi internal. Nanti kalau udah smooth barulah bisa (memilih wakil)," pungkasnya.
Agar Polri tak gaduh, Tito disarankan pertahankan posisi Komjen Budi
"Nanti kalau udah smooth barulah bisa (memilih wakil)," kata Bambang.
Rekomendasi