Ada kaus kaki buat wudu tanpa dicopot, satu-satunya di Bandung

Produk kaus kaki tersebut terdiri dari kaus kaki khusus muslim yang bisa tetap dikenakan meski hendak berwudu.

Iman Herdiana
Oleh Iman Herdiana - Reporter
Ada kaus kaki buat wudu tanpa dicopot, satu-satunya di Bandung
kaus kaki muslim. ©2015 Merdeka.com/http://soka.co.id

Suatu produk memerlukan sentuhan kreatif agar mampu bersaing dengan produk lain atau sejenis. Kreativitas membuat suatu produk memiliki nilai lebih. Contohnya bisnis kaus kaki, dengan sentuhan kreativitas maka lahirlah kaus kaki yang tidak perlu dilepas saat wudu atau kaus kaki yang menyerupai sarung tangan, ada jari-jarinya.Bisnis kaus kaki inovatif tersebut dikembangkan sebuah perusahaan Bandung, PT. Soka Cipta Niaga. Produk kaus kaki buatan perusahaan lokal ini mampu bersaing dengan perusahaan lebih dulu bermain di bidang perkauskakian.Komisaris PT. Soka Cipta Niaga Iwan Gunawan mengatakan, saat ini perusahaannya memproduksi 20 ribu pasang kaus kaki perbulannya dengan jumlah karyawan sekitar 30 orang. Produk kaus kaki tersebut terdiri dari kaus kaki khusus muslim yang bisa tetap dikenakan meski hendak berwudu, namanya Soka Wudlu.Ada pula kaus kaki yang mirip sarung tangan di mana ada ruang khusus untuk jempol dan jari-jari kaki, kaus kaki dengan nama hari Senin sampai Minggu sehingga pengguna bisa gonta-ganti kaus kaki tiap harinya, dan kaus kaki yang didesain untuk mengatasi rematik.Iwan menyebutkan, 30 persen produk-produknya diekspor ke negara-negara Asean seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan beberapa negara di Timur Tengah. “Yang ekspor terutama kaus kaki wudu khusus untuk perempuan muslim. Jadi ketika wudu kaus kakinya tidak perlu dicopot,” kata Iwan, kepada Merdeka Bandung, Kamis (29/10).Ia menuturkan, perusahaannya mulai berdiri sejak 2011. Ia menyebutkan, kaus kaki dengan fungsi wudu sudah dipatenkan. Sebelumnya belum ada perusahaan kaus kaki yang memproduksi model kaus kaki yang bisa tetap dipakai saat berwudu. Produk unggulan lainnya adalah kaus kaki yang dibentuk sesuai dengan jari-jari kaki seperti sarung tangan. Ada juga kaus kaki yang dipakai untuk sehari-hari yang dinamai nama-nama hari dalam seminggu.“Untuk hari Senin orang tinggal memakai kaus kaki Senin, begitu juga Selasa, jadi tiap harinya ganti-ganti kaus kaki,” ujarnya. Ia juga membuat kaus kaki yang didesain untuk memperlancar peredaran darah, seperti sandal rematik.Di tangan Iwan dkk, kaus kaki bukan hanya sekadar bungkus kaki yang selamanya selalu disimpan di bawah. Bagi sebagian orang, kaus kaki pun hanya dipandang sebagai pelengkap dari sepatu. Kaus kaki juga sering dipandang kurang penting, makanya kaus kaki menjadi salah satu barang yang sering hilang.Padahal, kata Iwan, meski sebagai pelengkap, fungsi kaus kaki sama dengan pakaian lainnya seperti baju dan celana yang menempel langsung ke kulit. Di sisi lain bagi kaum muslim, kaus kaki kadang dipandang merepotkan karena harus dilepas saat berwudu.“Lalu bagaimana kami berkreasi dan inovasi membuat kaus kaki khusus untuk wudu, lahirlah produk ini. Kaus kaki ini adalah hakikat industri kreatif, khususnya solusi bagi kaum muslim,” katanya.

Rekomendasi