Bali geger atas penemuan mayat tamu hotel St Regis Nusa Dua, Bali bernama Sheila Von Weise Mack di dalam kopor. Kopor tersebut ditaruh dalam bagasi taksi oleh dua orang remaja.Sopir taksi, Ketut Wirjana menunggu dua remaja tersebut check out. Namun setelah ditunggu sampai dua jam, dua tamu itu tidak kembali ke taksi. Sopir taksi lalu melapor ke satpam hotel. Satpam lalu menyarankan sopir taksi membawa mobil dan barang bawaan ke Mapolsek Kuta Selatan. Apalagi di kopor ada bercak darah."Setelah di polsek, koper di bagasi dibuka dan isinya mayat," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hari Utomo di Bali, Selasa (12/8).Djoko Hari mengatakan, dua orang tamu memasukkan kopor tersebut ke dalam taksi Bali Taksi bernomor polisi DK 221 IB. Namun, lanjut Djoko Hari, kedua tamu tersebut tak kunjung kembali. Diketahui, kedua tamu tersebut bernama Heather Lois (19) dan pacarnya Schaffer Tommy (21)."Kami masih mengejar Heather Lois dan pacarnya Schaffer Tommy. Korban (Sheila) ternyata ibu kandung Lois," kata Djoko Hari di Bali, Selasa (12/8).Djoko Hari menuturkan, awalnya korban menginap di hotel tersebut dengan Lois. Tak lama, lanjut dia, pacar Lois datang dan menginap. "Awalnya korban menginap bersama anaknya, akhirnya Tommy tiba di Bali dan menginap juga di hotel itu," jelas dia.Berikut 5 fakta pembunuhan WN AS dalam kopor di St Regis Bali yang dihimpun merdeka.com, Rabu (13/8):
Advertisement
Sebuah pembunuhan sadis terjadi di Bali. Mayat seorang wanita warga negara Amerika Serikat ditemukan dalam kopor. Kopor tersebut dimasukkan ke bagasi sebuah taksi di depan lobi hotel mewah."Korban Sheila Von Weise Mack, warga negara Amerika kelahiran 1952. Mayat korban ditemukan di dalam koper di bagasi taksi Bali Taksi nopol DK 221 IB sekira pukul 12.00 Wita di depan lobi hotel bintang lima St Regis Nusa Dua, Bali," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hari Utomo, Selasa (12/8).
Advertisement
Sheila Von Weise Mack, WN Amerika Serikat menjadi korban pembunuhan di hotel St Regis Nusa Dua, Bali. Mayat Sheila dimasukkan dalam kopor besar dibungkus kain sprei hotel dan dilakban ke bagasi taksi oleh dua tamu asing."Mereka juga memasukkan 3 kopor kecil di jok depan," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Djoko Hari Utomo, Selasa (12/8).
Advertisement
Polisi tengah memburu Heather Lois (19) dan pacarnya, Schaffer Tommy (21). Keduanya diduga pelaku pembunuh Sheila Von Weise Mack, WN Amerika Serikat di St Regis, Bali.Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Djoko Hari Utomo menuturkan, Heather dan Tommy sempat dilarang meninggalkan hotel setelah memasukkan kopor bercak darah di bagasi taksi Bali Taksi bernomor polisi DK 221 IB."Pihak hotel juga sempat melarang tamu itu meninggalkan hotel," kata Djoko Hari di Bali, Selasa (12/8).Djoko Hari mengatakan, keduanya berhasil lolos lewat pantai. Usaha mereka kabur lewat pantai berhasil terekam salah satu CCTV hotel tersebut."Tapi keduanya berhasil kabur lewat pantai dan itu terekam CCTV," jelas dia.
Advertisement
Sheila Von Weise Mack, warga Amerika Serikat ditemukan tewas dalam kopor di bagasi taksi di lobi hotel bintang lima St Regis, Nusa Dua, Bali. Sheila diketahui sempat bertengkar dengan Schaffer Tommy (21), pacar anak korban, Heather Lois (19)."Di CCTV, korban juga sempat bertengkar dengan Tommy di lobi hotel. Itu terjadi Senin 11 Agustus malam," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Djoko Hari Utomo di Bali, Selasa (12/8).Djoko Hari mengatakan, rekaman CCTV tersebut sudah dibawa pihak berwajib untuk diselidiki lebih lanjut. Rekaman itu juga merekam usaha kaburnya Heather Lois dan Schaffer Tommy lewat pantai saat dilarang keluar oleh pihak hotel."Kami masih pelajari CCTV itu," jelas dia.
Advertisement
Mayat Sheila Von Weise Mack, warga Amerika Serikat yang ditemukan tewas dalam kopor di bagasi taksi di lobi hotel bintang lima St Regis, Nusa Dua, Bali sudah berada di Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). Dari pemeriksaan awal, tubuh korban dipenuhi luka memar dan patah tulang."Dari hasil pemeriksaan luar ditemukan luka memar pada punggung dan wajah korban. Tubuh korban juga mengalami patah tulang hidung akibat benda tumpul," ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik, dr Dudut Rustyadi SpF di Denpasar seperti dilansir Antara, Selasa (12/8).Dudut menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar jenazah yang menggunakan kaos oblong berwarna putih dan memiliki ciri-ciri tinggi 170 cm ini. Dia menuturkan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda pemerkosaan pada tubuh korban dan kondisi jenazah saat dimasukkan ke dalam koper dengan kondisi utuh."Tubuh jenazah masih dalam keadaan utuh dan tidak ada yang dimutilasi," ujarnya.